Terios 7 Wonders Bengkulu: Terobos Banjir dan Mengagumi Gajah Robi di Seblat

Terios 7 Wonders Bengkulu: Terobos Banjir dan Mengagumi Gajah Robi di Seblat
OTOMOTIF | 29 April 2019 13:26 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Ekspedisi Terios 7 Wonders kembali digelar Daihatsu Indonesia dengan menempuh perjalanan selama 4 hari (27– 30/4) di Bengkulu. Bertajuk Menjelajah Bumi Raflesia, ada tujuh destinasi yang unik di Bengkulu yang akan disambangi sambil menguji kendaraan low SUV Daihatsu Terios.

Terios 7 Wonders 2019 merupakan kesempatan perdana bagi Merdeka.com. Pada Sabtu (27/4), tim Terios 7 Wonders yang berjumlah sekitar 20 orang termasuk Merdeka.com mulai melakukan penjelajahan dengan menggunakan enam All New Terios R Deluxe. Kami mendapat Terios putih transmisi otomatis.

Destinasi pertama adalah Taman Wisata Alam Seblat, Bengkulu Utara. Di sana ada pusat pelatihan gajah Sumatera yang dibelah oleh Sungai Seblat. Sayang, banyak ruas jalan di Kota Bengkulu terendam banjir, sehingga rombongan banyak memutar jalan. Bahkan di Jalan Kalimantan, karena tiada pilihan lagi, kami terpaksa menerobos banjir yang tinggi di Jalan Kalimantan di ibukota provinsi Bengkulu ini.

taman wisata alam seblat bengkulu

©2019 Merdeka.com

Meski air cukup deras dan tinggi, All New Terios yang memiliki ground clearance tinggi, 220 milimeter, bisa menaklukkannya. Setelah melewati hambatan dadakan itu, kami segera menuju kabupetan terbesar di bumi Raflesia ini, Bengkulu Utara.

Enam mobil Terios segera berjalan menyusuri pesisir pantai Bengkulu menuju Taman Wisata Alam Seblat. Kembali hambatan alam menghadang. Di Jalan Raya Bengkulu Utara, dekat Pamorgana, ruas jalan amblas hampir separuhnya. Kami pun harus hati-hati melewati jalan tersebut.

Banjir dan longsor di beberapa titik di Bengkulu terpaksa membuat perjalanan kami lebih lama dari rencana. Saat memasuki desa terdekat, kondisi jalan licin, banyak genangan air, akibat hujan.

Tapi dengan gagah berani, rombongan bersama All New Terios melewati medan jalan yang off road itu dengan gagah dan tanpa ada masalah. Ground clearance All New Terios yang tinggi sangat fungsional.

Meski banyak melewati jalanan tanah dan berlobang, di dalam All New Terios terasa cukup nyaman. Suspensinya yang empuk dan bodi rolling yang minim membuat pemgendaaran lebih stabil, terutama saat cornering dan line change. Setelah menempuh perjalanan empat jam, kami tiba hampir jam 17 di Taman Wisata Alam Seblat.

Di sana, kami berjumpa dengan Pak Yanto yang sedang memberi makan gajah jantan Robby yang berumur 24 tahun. Sungai Seblat yang sedang meluap membelah taman ini. Warnyanya keruh kecoklatan, akibat hujan deras.

"Biasanya gajah suka menyeberang di Sungai Seblat menuju sisi satunya," ujar Yanto. Oya, taman ini dibangun pada 1992. Di pelatihan gajah Seblat, terdapat 12 ekor gajah; 8 jantan dan empat betina.

Kami melihat langsung Robi makan sore, pelepah sawit muda. Robi juga tidak kaget dengan kehadiran kami. Robi tampaknya sudah jinak dan mudah bersosialisasi dengan manusia. Puas makan sore, Pak Yanto membaw Robi mandi di Sungai Seblat. Ah, senang sekali melihat Robi dan kawan-kawanya yang sekamin sedikit populasinya.

"Diperkirakan tinggal 60 gajah di taman Seblat ini," ujar Pak Yanto yang melatih Robi sejak bayi.

taman wisata alam seblat bengkulu

©2019 Merdeka.com

Masih takjub dan kagun dengan kecerdasan hewan langka besar ini, gelap membuat kami harus bergegas pulang. Destinasi kedua, Danau Tes untuk beristirahat dalam tenda.

“Perjalanan kali ini merupakan perjalanan yang Panjang namun sahabat tidak akan kecewa karena 7 destinasi wisata yang akan sahabat lewati memiliki pemandangan indah, eksotis dan memiliki sejarah yang dapat dibagikan kepada Sahabat Daihatsu lainnya” ujar Budhi Lau, Regional Manager Sumatera PT Astra International Daihatsu Sales Operation. (mdk/sya)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5