Toyota Incar Jual Mobil Hybrid 600 Unit hingga Akhir Tahun, Mayoritas Sedan Camry

OTOMOTIF » BANYUWANGI | 10 Oktober 2019 17:53 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Toyota Indonesia menargetkan penjualan mobil hybrid bisa mencapai 600 unit hingga akhir tahun ini. Per Januairi-September 2019, volume yang terjual sudah 470 unit.

Andri Widiyanto, Deputy Division Head Marketing Planning Division PT Toyota Astra Motor, menjelaskan mayoritas model hybrid yang terjual adalah Camry dengan 65 persen. Sisanya model lain seperti Alphard Hybrid dan CH-R Hybrid.

"Sejak dipasarkan 2009, total mobil Toyota hybrid yang beredar di Indonesia mencapai 2.200 unit," ujar Andri di sela acara media test drive seluruh model mobil Toyota hybrid di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/10).

Menurutnya, saat ini mobil Toyota Camry Hyrbid, Corolla Altis Hybrid, dan CH-R Hybrid yang dipasarkan di Indonesia diimpor secara utuh dari Thailand. Sedangkan Toyota Alphard Hybrid dan Prius didatangkan dari Jepang.

Menurut catatan PT Toyota-Astra Motor, tren penjualan mobil hybrid Toyota meningkat, terutama sejak 2017. Rata-rata penjualan mobil hybrid sebanyak 14 unit per bulan baik untuk merek Toyota maupun Lexus. Sedangkan pada tahun ini, periode Januari-Juni, volumenya naik menjadi 68 unit per bulan.

Berikut catatan benefit mobil hybrid dibandingkan mobil nonhybrid atau mesin konvensional:

1. Sisi konsumsi bahan bakar. Model C-HR Hybird memiliki konsumsi bensin 20,8 km per liter. Sedangkan model nonhybrid hanya 12,3 km per liter.

2. Akselerasi, C-HR Hybrid dari kecepatan 0-50 km per jam butuh 4,12 detik. Sedangkan mesin nonhybrid lebih lama, yakni 4,78 detik.

3. Soal emisi/gas buang, C-HR Hybrid memiliki emisi setara 95 gram karbon dioksida (C02) per km. Sedangkan mesin konvensional 150 gr per km. Jadi lebih ramah lingkungan.

(mdk/sya)