Tips Beli GPS Tracker Pelacak Kendaraan agar Aman dari Pencurian

OTOMOTIF | 26 Agustus 2019 12:55 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Keberadaan alat GPS Tracker atau pelacak bagi kendaraan bermotor saat ini hal lumrah, karena menjadi kebutuhan masyarakat dan perusahaan. Namun, untuk memilih GPS Tracker ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah membeli.

Ade Habibie, Chief of Media and Brand Activation PT Super Spring, mengatakan jenis sistem pelacaknya pastikan memiliki fitur lengkap supaya fungsinya optimal.

"Tidak hanya dapat memantau atau melacak kendaraan, tapi juga dapat memantau rute perjalanan selama beberapa bulan terakhir, kecepatan, mendengarkan suara dalam kabin, sensor batas kecepatan, tombol darurat (SOS), fitur matikan mesin dari jarak jauh, dan sensor mesin kendaraan,” ujar Ade Habibie, usai menghadiri malam penganugerahan Top Brand 2019 di Jakarta, baru-baru ini.

Sebagai salah satu perusahaan GPS Tracker, PT Super Spring, kembali mendapatkan penghargaan Top Brand 2019. Penghargaan ini yang kedua kali secara berturut-turut.

Kata Ade, pastikan GPS tracker mempunyai kemampuan pelacakan real time dan keakuratan posisi kendaraan saat itu juga. Jangan sampai saat kita perlu mengejar kendaraan yang diambil maling, kita kesulitan karena tidak realtime.

Kemudian setelah fitur-fiturnya lengkap, pilihlah GPS tracker yang dilengkapi sistem monitoring user friendly atau mudah dipahami, dan aplikasi pendukung yang bisa diakses di banyak perangkat seperti PC dan smartphone.

Kemudian pilih lah GPS tracker yang mempunyai service center sendiri oleh perusahaannya. Usahakan tidak memilih GPS tracker yang server-nya menyewa pada penyedia hosting, bahkan yang menumpang di hosting gratisan.

"Kekurangan GPS Tracker yang tidak memiliki server sendiri, antara lain kuota penyimpanan pada server sangat minim dan waktu akses akan lebih lambat, karena server menangani segala macam data dan trafik yang tinggi bersamaan pengguna lain yang memang tidak difokuskan untuk GPS. Kemudian karena server bukan milik sendiri, maka konsumen akan dikenai biaya, juga ada yang trial gratis untuk bulan atau tahun pertama selanjutnya akan dikenai biaya," ujarnya.

Menurutnya, yang terakhir pastikan perusahaan GPS tersebut beroperasi di Indonesia sejak lama dan memiliki izin resmi dan sertifikasi dari pemerintah (Ditjen Postel). Ini untuk menghindari MEI pada GPS diblokir karena masuk Indonesia secara ilegal atau tidak resmi. Semoga bermanfaat!

(mdk/sya)

TOPIK TERKAIT