Toyota akan Ekspor Conversion Car, Fortuner Patroli, ke Bahrain dan Timur Tengah

OTOMOTIF | 16 Oktober 2019 16:22 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Toyota Indonesia menjajaki pasar ekspor untuk model conversion car seperti mobil patroli polisi ke Bahrain, Timur Tengah.

Erwin Simanjuntak, Deputy General Manager Product Business Management Division PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menjelaskan penjajakan dilakukan setelah hasil survei Toyota Indonesia menyebutkan negara-negara di Timur Tengah meminati mobil-mobil model conversion.

"Survei kami menyebutkan ada kebutuhan mobil patroli terutama dari Bahrain. Namun, sebenarnya kami juga sudah mengekspor Toyota Fortuner versi standar ke Timur Tengah, seperti ke Arab Saudi, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab," ujar Erwin saat dijumpai di booth TMMIN Trade Expo 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (16/10).

Mobil SUV Toyota Fortuner model convertion ditawarkan karena Fortuner merupakan tipe mobil yang paling banyak diekspor oleh Toyota Indonesia sepanjang tahun ini. Dibandingkan tipe standar, model conversion Fortuner memiliki beberapa perubahan, seperti mengusung mesin bensin 3.000 cc dengan standar emisi Euro-4 dengan berbagai penambahan perangkat untuk kebutuhan patroli.

Toyota Indonesia menargetkan volume ekspor mobil Fortuner patroli ke Bahrain mencapai 50 unit di tahap awal. Yang menarik, seluruh desain dan pengembangan model conversion car ini dilakukan sendiri oleh Toyota Indonesia.

"Yang penting ada dulu mobil ini di sana (Bahrain). Karena model penjualan convertion car mesti ada dulu mobilnya sehingga bisa dilihat langsung di jalan," kata Erwin.

1 dari 1 halaman

Conversion car: Fortuner cash carrier

2019 Merdeka.com

Selain mobil Fortuner patroli polisi, Toyota Indonesia juga memasarkan conversion car untuk membawa uang atau cash carrier. Modelnya masih menggunakan Fortuner.

"Untuk Toyota Fortuner cash carrier, kami sudah memasarkan dua unit ke Vietnam pada kuartal II tahun ini. Pemesannya adalah bank pemerintah dan bank swasta" ujar Erwin.

Karena digunakan sebagai pengangkut uang dan orang, Toyota Fortuner Cash Carrier ini memiliki spesifikasi khusus, seperti kaca di pilar C antipeluru dan brankas di bagian bagasi atau baris ketiga.

Toyota Indonesia juga sudah memiliki mobil purwarupa Kijang Innova ambulans yang segera ditawarkan kepada nebara-negara yang berminat. Saat ini mobil purwarupa ini digunakan secara internal sementara.

"Kami harapkan ekspor conversion car seperti Fortuner patroli polisi, cash carrier, bisa menambah volume ekspor Toyoota Indonesia," pungkas dia.

Pada 2018, volume ekspor kendaraan utuh merek Toyota mencapai 206 ribu unit. Pada tahun ini, periode Januari-Agustus, volume ekspornya tercatat 58.925 unit atau berkontrubsi sebesar 28,6 persen terhadap ekspor mobil nasional.

Selain mengekspor kendaraan utuh, sepanjang Januari-September tahun ini, Toyota juga mengapalkan kendaraan terurai atau Complete Knock Down (CKD) sebanyak 34.300 unit, mesin utuh tipe TR dan NR baik yang berbasis bahan bakar bensin maupun etanol sebanyak 93.100 unit, dan komponen kendaraan sebanyak 73,8 juta buah. Sebanyak lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Timur Tengah, Amerika Tegah dan Selatan serta Afrika menjadi destinasi ekspor merek Toyota.

(mdk/sya)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.