Bertemu Dubes RI, Toyota Jajaki Ekspor Mobil ke Australia

OTOMOTIF | 18 Oktober 2019 19:35 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Toyota Indonesia menjajaki peluang ekspor mobil secara utuh (CBU) ke Australia, setelah bertemu dengan duta besar Indonesia untuk Australia dalam pertemuan bertajuk "Outreach Program Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) di arena Trade Expo 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat petang (18/10).

Dalam pertemuan itu, Toyota Indonesia diwakili oleh Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Bob Azam, Direktur Administrasi dan Corporate External Affair TMMIN. Turut mendampingi jajaran direksi TMMIN, antara lain Erwin Simanjuntak, Deputy General Manager Product Business Management Division TMMIN.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 90 menit, dimulai jam 16.00 WIB di ruang Garuda 1, ICE BSD City, Tangerang.

Erwin menjelaskan minat ini baru dijajaki dengan pertemuan awal dengan duta besar Indonesia untuk Australia. "Duta besar menjelaskan benefit-benefit secara ekonomi yang didapat pasca-ditandatanganinya perjanjian dagang Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA). Jadi ini baru penjajakan awal. Kami baru sifatnya mendengarkan dari bapak duta besar," ujar Erwin pada Merdeka.com di ICE BSD City.

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN, sebelumnya mengatakan strategi Toyota Indonesia selalu mencari negara-negara baru tujuan ekspornya, termasuk ke Australia untuk ekspor kendaraan secara utuh (CBU). Namun, pasar Australia tidak seperti negara-negara tujuan ekspor Toyota sekarang.

"Pasar Australia unik requierment-nya seperti eksterior dan fitur keamanannya. Jadi banyak tantangan untuk menggarap pasar Australia. Sedangkan pasar negara lain sudah bisa dipenuhi dengan model eksisting sehingga tidak perlu persiapan khusus seperti Australia," katanya.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar mobil di Australia mencapai 1,4 juta unit per tahun. Saat ini negara-negara yang sudah menggarap pasar mobil Australia adalah Jepang, China, Thailand, dan sebagainya.

Per September tahun ini, volume ekspor Toyota tercatat 158.700 unit, naik tipis sebesar 3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Model SUV Fortuner adalah yang terbesar yang diekspor oleh TMMIN, selain Kijang Innova dan Avanza.

Toyota telah memulai kegiatan ekspor pada 1987 dengan mengirim Kijang generasi ke-3 (Kijang Super) ke negara-negara di kawasan Asia. Momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak berjalannya proyek Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV) pada 2004.

Posisi strategis sebagai salah satu basis produksi Kijang Innova dan Fortuner di kawasan Asia-Pasifik, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik.

(mdk/sya)