Toyota Rilis Program Satria, Ajak Atlet Muda ke Olimpiade-Paralimpiade Tokyo 2020

OTOMOTIF | 29 Agustus 2019 09:09 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Toyota Indonesia merilis kegiatan bertajuk Satria, artinya Satukan Bakat Negeri Kita, di Jakarta, kemarin. Kegiatan ini sebagai lanjutan dari inisiatif global Toyota; Start Your Impossible yang dirilis pada tahun lalu. Konkretnya, Satria adalah program pencarian atlet muda berbakat Indonesia yang sejalan dengan nilai-nilai “Start Your Impossible”.

Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, mengatakan Toyota Indonesia mempunyai komitmen tinggi untuk memberikan kontribusi konkret bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui program pencarian atlet muda berbakat Indonesia (athlete scouting) lewat Satria.

“Berbeda dari sponsorship pada umumnya, Toyota tidak hanya mendukung atlet-atlet pro yang sukses seperti Marcus dan Widiasih, tapi juga memberikan dukungan kepada atlet-atlet muda potensial yang mempunyai semangat Start Your Impossible dalam dirinya,” ujar Henry, saat keterangn pers program Satria di Jakarta, kemarin (28/8).

Menruut Henry, pencarian atlet muda ini bertujuan untuk turut membantu pengembangan para atlet muda potensial khususnya yang berusia di bawah 20 tahun. Dukungan dari Toyota terhadap atlet tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing, baik secara keuangan, training, mentoring, maupun coaching, demi membantu mewujudkan impian mereka menjadi juara.

Ini sejalan dengan komitmen Toyota untuk menghadirkan kebebasan mobilitas bagi semua orang, terlepas dari apa pun keadaannya, para atlet muda dan potensial ini mendapatkan kesempatan untuk mengejar cita-citanya dan menantang sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Atlet nasional Marcus Fernaldi Gideon dan Ni Nengah Widiasih turut terlibat dalam program ini sebagai mentor pada motivational workshops. Mereka berdua diharapkan dapat berbagi pengalaman dan menginspirasi para atlet muda untuk tidak gampang menyerah dalam menggapai cita-citanya.

Selain itu, selama program berlangsung, para atlet muda potensial ini akan dibimbing oleh tiga orang mentor, yaitu Richard Sambera (mantan atlet renang), Nino Susanto (tokoh penting dalam olahraga disabilitas di Indonesia), dan Eko Widodo (wartawan olahraga).

Selama enam bulan, sekitar 20 atlet muda potensial akan dipilih dan diberikan development/financial support sesuai dengan kebutuhannya masing-masing untuk mengikuti berbagai turnamen. Kemudian, panitia akan memilih 6 orang yang akan diberi kesempatan untuk berkunjung ke Olympic Games & Paralympic Games Tokyo 2020.

“Kami berharap program Satria ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan demi membantu para atlet muda potensial mewujudkan impiannya menjadi juara di bidang olahraganya masing-masing. Semoga, Satria memberikan dampak positif bagi pengembangan atlet dan pertumbuhan olahraga Indonesia di masa depan sehingga dapat melahirkan para atlet juara di level nasional/regional/internasional,” pungkas Henry.

(mdk/sya)