Tren Mobil Premium, Mandiri Utama Finance Raih Pembiayaan Rp 11,6 Triliun

Tren Mobil Premium, Mandiri Utama Finance Raih Pembiayaan Rp 11,6 Triliun
Aplikasi MUF ON. ©2017 Merdeka.com
OTOMOTIF | 17 Januari 2022 10:47 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor, PT Mandiri Utama Finance (MUF), mencatat total pembiayaan Rp 11,6 triliun pada tahun lalu. Anak usaha Bank Mandiri ini mencatat pertumbuhan pembiayaan 97,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Stanley Setia Atmadja, Direktur Utama MUF, menjelaskan pertumbuhan tersebut dicapai berkat berbagai strategi. Antara strategi pemasaran yang menyasar semua segmen produk. Mulai dari motor bekas, motor baru, mobil bekas, mobil baru, dan multiguna.

"Strategi berikutnya dengan masuk ke dalam pasar captive Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI) secara regular baik melalui proses manual maupun digital lewat kegiatan MUF Online Auto Show (MOAS)," kata Stanley pada Merdeka.com, Senin (16/7).

Stanley menyebut, produk pembiayaan yang baru diluncurkan juga berkontribusi positif, seperti produk pembiayaan untuk mobil premium (MUF Premium). Produk ini trennya terus meningkat. Apalagi di industri, hanya MUF yang punya layanan khusus mobil premium ini.

Produk MUF Premium diluncurkan pada Maret 2021, dengan menyasar kalangan profesional dan pebisnis. Produk ini menyediakan pembiayaan beberapa merek premium, seperti Lexus, Mercedes-Benz, BMW, Audi, MINI, dan Jeep. Saat dirilis, MUF Premium mengincar pembiayaan hinggaRp 780 miliar.

Menurut Stanley, kinerja MUF pada tahun ini akan terus bertumbuh. Perseroan memprediksi pertumbuhan pembiayaannyamencapai belasan persen dibandingkan tahun lalu.

Selain berhasil meraih pembiayaan Rp 11,6 triliun pada tahun lalu, baki debet piutang pembiayaan MUF juga tumbuh 34,5 persen secara tahunan menjadi Rp 16,6 trilun.

Sementara Non Performing Finance (NPF) per Desember 2021 terjaga baik di level 0,87 persen. Dan laba bersih atau net profit after tax (NPAT) berhasil mencapai Rp 102,4 miliar, tumbuh 116,6 persen dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19 (2019).

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami