'Value for Money' ala Suzuki: Bengkel di Mana-mana dan Biaya Servis Terjangkau

OTOMOTIF | 10 Juli 2019 18:49 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Di industri otomotif Indonesia zaman now, iklim kompetisi semakin sengit. Tak hanya bersaing soal produk dan penjualan, para pemain di industri ini juga sengit bersaing soal layanan purnajual seperti spare parts dan bengkel/perawatan berkala.

Layanan purnajual yang mumpuni menjadi 'value' yang terus dikreasikan oleh pemain industri otomotif nasional sekarang. 'Value for money' menjadi label yang diedukasikan kepada calon konsumen saat menawarkan satu model kendaraan bermotor, terutama oleh pemain lama. Karena hal ini sulit untuk ditiru oleh pemain-pemain baru seperti dari China. Pasalnya, tidak mudah membangun jaringan bengkel dalam jumlah banyak dengan waktu sekejap.

Seperti PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), yang kini memiliki total 209 diler/bengkel di seluruh Indonesia. Ini di luar bengkel independen atau bengkel mitra yang berjumlah 46 outlet.

Totok Yulianto, Section Head of Service Administration SIS, menjelaskan dari total 209 outlet, jumlah diler 3S (sales, service, dan spare parts) sebanyak 175 outlet. Diler 2S mencapai 23 outlet dan diler 1S plus stall 11 outlet. Seluruh outlet resmi tersebut siap melayani servis rutin atau perawatan berkala konsumsn mobil Suzuki dengan standar dan kualitas pelayanan yang tinggi. Jadi no worry!

"Banyak manfaatnya melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Suzuki, yakni mempertahankan garansi mobil dan nilai jual kembali tetap tinggi. Kemudian menjaga performa, kenyamanan, dan keselamatan berkendaran karena kendaraan terawat baik, serta jaminan kualitas servis lantaran dilakukan oleh teknisi terlatih, berpengalaman, dan menggunankan spare parts asli (SGP dan SGO)," ujar Totok saat menghadiri acara Fun Creative Gathering Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) di Bogor, baru-baru ini.

Biaya Servis All New Ertiga

Bagaimana dengan kesan biaya servis rutin di bengkel resmi mahal?

Soal kesan ini banyak salah kaprah terjadi, kata Totok.

Menurutnya, biaya servis di bengkel resmi Suzuki adalah terjangkau alias reasonable, dengan benefit yang diberikan bengkel resmi Suzuki selalu memastikan konsumen mendapat pelayanan berkualitas dari mekanik bersertifikat, dengan peralatan lengkap, serta spare parts asli.

©2018 Merdeka.com

Agar lebih fair, Totok pun mencontohkan biaya servis mobil All New Ertiga yang terkenal terjangkau itu. Servis pertama, satu bulan atau 1.000 km, Suzuki tidak membebankan biaya jasa alias gratis. Sedangkan biaya parts tidak ada karena mobil masih baru.

Servis kedua dilakukan 6 bulan kemudian (10.000 km). Biaya jasanya tetap gratis, dengan biaya komponen Rp 288.900 untuk transmisi manual atau transmisi otomatis.

"Dengan periode servis setiap enam bulan sekali, servis rutin hingga ke-30 bulan atau 50.000 km biaya jasanya tetap gratis. Sehingga total biaya servis All New Ertiga hingga 30 bulan atau 2,5 tahun, kurang dari Rp 2,5 juta. Tepatnya Rp 2.368.300 untuk transmsi manual dan Rp 2.578.300 untuk transmisi otomatis," ungkapnya.

Setelah 30 bulan alias 2,5 tahun, biaya servis rutin All New Ertiga transmisi manual hanya naik sedikit, yakni Rp 2,6 jutaan. Sedangkan transmisi otomatis Rp 2,7 juta, katanya.

"Perbedaannya, di servis rutin setelah 2,5 tahun, konsumen mulai dipungut biaya jasa yang nilainya bervaraisi tergantung jarak tempuh. Misalnya, jarak tempuh 90.000 km (54 bulan), biaya jasanya Rp 340 ribu," pungkas Totok.

Jadi masih berpikir mahal servis di bengkel resmi?

(mdk/sya)