4 Peraturan lomba yang ada dalam nomor lari estafet

PENDIDIKAN | 20 Juli 2016 12:00 Reporter : Dewi Ratna

Merdeka.com - Pernahkah kamu mendengar tentang nomor lari estafet? Estafet adalah sebuah olahraga yang membutuhkan keterampilan dan kerjasama tim yang baik. Ketika kamu melakukan sebuah perlombaan lari estafet, ada beberapa peraturan lomba yang harus dipatuhi. Peraturan-peraturan ini dibuat supaya nggak ada pemain yang cedera atau nggak ada kecurangan dalam pelaksanaan lomba. Lalu, apa saja peraturan yang harus dipatuhi itu? Check it out!

  1. Panjang wilayah pengoperan tongkat estafet adalah 20 meter dengan lebar 1.20 meter. Khusus untuk pelari estafet 4 x 100 meter, wilayah akan ditambah dengan 10 meter pra-zona. Tahukah kamu apa itu pra zona? Pra zona adalah sebuah daerah yang membuat pelarinya akan mempercepat kecepatan larinya, tapi nggak mengoper tongkat.
  2. Masing-masing pelari harus tetap ada di jalur lintasannya masing-masing. Hal ini tetap berlaku walaupun pelari itu sudah mengoper tongkat ke pelari setelahnya. Kalau tongkat itu jatuh, maka si pelari yang sedang memegangnya diwajibkan untuk mengambilnya lagi.
  3. Tongkat yang digunakan dalam nomor lari estafet harus memiliki rongga dengan panjang 28 sampai 30 cm, diameter 38 mm dan memiliki berat 50 gram.
  4. Di dalam nomor lari estafet, pelari pertama akan memulai larinya di lintasannya masing-masing sampai ke tikungan yang pertama. Setelah itu, pelari boleh masuk ke lintasan dalam. Pelari ketiga dan keempat akan menunggu di wilayah pergantian secara urut sesuai dengan kedatangan pelari satu timnya.


Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang empat peraturan yang digunakan dalam nomor lari estafet. Peraturan ini sudah bisa kamu terapkan sewaktu latihan supaya waktu mengalami lomba yang sesungguhnya, kamu nggak kaget dan sudah terbiasa.

(mdk/iwe)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.