Inilah sederet bukti penyebaran Islam di Pulau Jawa

PENDIDIKAN | 25 Maret 2016 16:00 Reporter : Dewi Ratna

Merdeka.com - Saat ini, sudah banyak sekali orang Islam di pulau Jawa. Tentunya Islam nggak begitu saja ada di Indonesia. Nah, sekarang kita akan membahas tentang masuknya Islam di pulau Jawa dan juga sedikit tentang kerajaan Demak.

Islam masuk ke Jawa melalui daerah pinggir pantai utara Jawa. Bukti masuknya Islam di Jawa adalah ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah. Fatimah ini meninggal di tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Selain makam Fatimah ini, ditemukan juga makam Maulana Malik Ibrahim yang berasal dari Kasyan di Persia. Sunan Maulana Malik Ibrahim ini meninggal di tahun 822 Hijriah atau pada tahun 1419 Masehi. Yang terakhir, ditemukan juga makam-makam tua yang diperkirakan merupakan makam keluarga Majapahit. Nah, sekarang kita akan membahas sedikit tentang Kerajaan Demak, salah satu kerajaan Islam di pulau Jawa.

Banyak ahli yang menyatakan kalau Kerajaan Demak ini berdiri pada tahun 1500 Masehi. Raja pertama kerajaan Demak adalah Raden Fatah yang bergelar Sultan Alam Akbar Al-Fatah. Raden Fatah ini memerintah hanya 18 tahun saja, mulai dari 1500 sampai 1518. Kalau menurut cerita rakyat Jawa Timur, Raden Fatah ini adalah keturunan terakhir dari raja Brawijaya 5 dari kerajaan Majapahit.

Di masa pemerintahan Raden Fatah, kerajaan Demak berkembang dengan baik. Demak juga menjadi kerajaan Maritim karena letaknya ada di jalur perdagangan Malaka dan Maluku. Kerajaan Demak juga dikenal sebagai kerajaan agraris-maritim. Banyak barang yang diekspor oleh kerajaan Demak, seperti beras, lilin, dan juga madu.

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang masuknya Islam di Jawa dan sedikit hal tentang Kerajaan Demak kan?

(mdk/iwe)