Literasi Bikin Masyarakat Tetap Kreatif dan Produktif di Era New Normal

Literasi Bikin Masyarakat Tetap Kreatif dan Produktif di Era New Normal
PENDIDIKAN | 17 Juni 2020 18:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Memasuki tatanan kenormalan baru atau new normal, masyarakat harus tetap kreatif dan produktif, meskipun masih berada di pandemi Covid-19 yang belum mereda di Tanah Air. Literasi menjadi jawaban agar seseorang mampu membaca situasi dengan baik, mengeksplorasi pengetahuan lebih jauh, bisa mentransformasikan menjadi pengetahuan dan produk/jasa untuk meningkatkan kualitas hidup.

Hal ini menjadi inti dari webinar bertajuk 'Bangkit dari Pandemi dengan Literasi' digelar Perpustakaan Nasional bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rabu (17/6).

Acara diikuti 1.000 peserta terdiri dari perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah (Bappeda dan dinas perpustakaan), akademisi, pegiat literasi dan masyarakat umum.

Kepala Perpustakaan Nasional, M. Syarif Bando mengatakan, perpustakaan menjadi solusi meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa yang memiliki dampak hasil akhir yang signifikansi bagi penggunanya.

Hal ini menjadi peningkatan infrastruktur akses informasi dan pengetahuan, penguatan sumber pengetahuan dan nilai informasi serta penguatan konteks informasi bagi individu.

"Ada 4 tingkatan literasi yakni kemampuan mengumpulkan sumber-sumber bacaan, mampu memahami apa yang tersirat dari yang tersurat, mengemukakan ide atau gagasan baru, teori baru, kreativitas dan inovasi baru serta akhirnya menciptakan barang atau jasa yang bermutu bagi kehidupan," kata Bando.

Dengan demikian, lanjut Syarif Bando, menghasilkan keadilan informasi dan pengetahuan bagi setiap orang serta penguatan literasi bagi setiap orang sehingga tercipta inovasi disertai kreativitas. Hasilnya terjadi peningkatan kapabilitas individu dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai pusat ilmu pengetahuan menjadikan perpustakaan wahana pembelajaran sepanjang hayat melahirkan berbagai inovasi dan kreativitas masyarakat.

Syarif mengaku ada adaptif di era new normal ini seperti perpustakaan beradaptasi menyesuaikan layanannya, melakukan inovasi layanan, membantu masyarakat untuk beradapatasi. Banyak perpustakaan tetap mengadakan kegiatan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Ini kesempatan bagi perpustakaan untuk berkontribusi kepada masyarakat di masa pandemi ini.

Selain itu juga terjadi transformasi pada layanan perpustakaan, koleksi perpustakaan, dan ruang perpustakaan dengan menerapkan protokol kesehatan, kebersihan lingkungan, sarana dan prasarana layanan. Lalu responsif dalam menghadapi perubahan demografi, kebutuhan dan minat pemustaka dengan tetap menjaga jarak aman.

"Jadi literasi untuk kesejahteraan menegaskan setiap orang berhak atas penghidupan yang layak agar mereka bisa tersenyum kembali," ujar dia.

Ia mencontohkan Perpustakaan Desa (Perpusdes) Candirejo, Blitar mengadakan edukasi pola hidup bersih dan sehat dalam rangka pencegahan Covid-19, Perpusdes Cisarua, Sukabumi fasilitasi komunitas UMKM untuk belajar pemasaran online, Perpusdes Muntang, Purbalingga dan Perpusdes Usa, Bone fasilitasi kuliah online mahasiswa dan kegiatan Ujian Kenaikan Kelas (UKK) untuk siswa-siswi yang terdampak, Perpusdes Anjani, Lombok Timur beri layanan pengantaran buku ke masyarakat selama masa pandemi dan lainnya.

Baca Selanjutnya: Perkuat Budaya Literasi...

Halaman

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami