Semangat perjuangan Pangeran Antasari & kisah penyerangannya

PENDIDIKAN | 20 Juni 2016 11:00 Reporter : Dewi Ratna

Merdeka.com - Kerajaan Banjar adalah salah satu kerajaan yang ada di Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Selatan. Saat Sultan Adam meninggal, Pangeran Tamjidillah mengambil alih kekuasaannya. Namun, banyak yang nggak setuju kalau Pangeran Tamjidillah menggantikan posisi Sultan, karena menurut surat wasiat, Pangeran Hidayatullah adalah orang yang seharusnya menggantikan posisi sultan. Situasi dalam istana itu malah semakin ricuh saat Prabu Anom, saudara Pangeran Tamjidillah diasingkan ke Bandung.

Saat itu, muncul gerakan perlawanan dari pedalaman Kerajaan Banjar yang dipimpin oleh Aling. Aling ini dikenal dengan nama Panembahan Muning dan mengatakan bahwa dalam semedinya, dia mendapatkan firasat bahwa Kesultanan Banjar harus dikembalikan pada Pangeran Antasari yang menjadi sepupu Pangeran Hidayatullah.

Pangeran Antasari adalah seorang pangeran yang diperkirakan juga keturunan raja di Banjarmasin. Pusat gerakan Aling ini dinamakan Tambai Mekah atau Serambi Mekah di tepian sungai Muning. Aling juga memanggil Pangeran Antasari untuk bisa datang ke Serambi Mekah.

Karena Aling dipandang sebagai orang sakti, pengikutnya semakin bertambah dari hari ke hari. Pangeran Antasari sudah kecewa dengan kondisi yang ada di kerajaan, sehingga beliau memutuskan untuk bergabung dengan gerakan Aling. Antasari bertekad untuk menurunkan kekuasaan Tamjidillah dan melawan kekuasaan Belanda. Selain kekuatan penuh yang ditunjukkan oleh pengikut Aling, Pangeran Antasari juga mendapat dukungan dari Tumenggung Surapati dan Sultan Pasir yang menjadi pimpinan orang-orang Dayak.

Hari penyerangan terjadi di tanggal 28 April 1859. Orang-orang Muning yang dipimpin oleh Panembahan Aling dan Sultan Kuning menyerang wilayah tambang batu bara di Pengaron. Walaupun gagal menguasai benteng, para pejuang Muning ini bisa membakar wilayah tambang dan rumah Belanda yang ada di sekitarnya. (mdk/iwe)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.