Tahun ajaran baru, DPR ingatkan pentingnya pendidikan karakter

PENDIDIKAN | 12 Juli 2017 17:41 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Budaya mengimbau orang tua siswa untuk berpartisipasi aktif dengan pihak sekolah demi membangun iklim pendidikan yang baik pada tahun ajaran baru yang akan dimulai 10-17 Juli 2017 mendatang.

Guru dan orang tua siswa diharapkan dapat memulai awal tahun ajaran baru dengan kegiatan yang menyenangkan untuk dapat membentuk karakter siswa didik. Komisi X DPR pun memberikan catatan agar peran orang tua dan peserta didik bisa membangun iklim pendidikan yang baik.

"Salah satunya dalam penerapan itu bisa membuat pendidikan lebih mengedepankan pembangunan karakter sesuai dengan program," kata Anggota DPR dari fraksi Hanura Dadang Rudiana saat dihubungi wartawan, Rabu (12/7).

Komisi X DPR juga memberikan catatan kepada peserta didik agar bisa mengikuti pendidikan non formal. Namun dalam mengikuti pendidikan itu harus terhindar dari hal-hal yang berbau dengan hasutan.

"Harus belajar dan tidak boleh membuat pendidikan non formal seperti madrasah diniyah tetap aktif, tapi ya itu tadi (terhindar hal-hal yang merugikan," kata Politikus Hanura ini.

Guru dan orang tua siswa diharapkan dapat memulai awal tahun ajaran baru dengan kegiatan yang menyenangkan untuk dapat membentuk karakter siswa didik.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sukiman mengatakan, pembukaan tahun ajaran baru harus dioptimalkan oleh sekolah dan orangtua untuk membantu masa transisi peserta didik.

Sekolah dapat menggelar acara-acara yang menyenangkan bersama dengan orangtua di awal tahun ajaran baru.

"Mengenal lingkungan sekolah merupakan transisi awal menyambut kehadiran siswa baru agar lebih mengenal lingkungan sekolahnya, sebelum mereka terlibat aktif dalam keseluruhan proses pembelajaran di sekolah tersebut," ujar Sukiman.

Bagi siswa baru, kata Sukiman, penciptaan suasana ramah, aman, dan nyaman dimulai dengan serangkaian program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

Tata caranya juga sudah tertuang dalam peraturanMenteri Pendidikan dan KebudayaanRepublik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru.

Selama tiga hari pertama masuk sekolah siswa akan diajak untuk lingkungan sekolah, guru, teman baru, kakak kelas, dan warga sekolah lainnya.

Siswa juga dapat memahami program, aturan, dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Selain itu siswa bisa mengenal fasilitas yang dimiliki sekolah dan yang tersedia di sekitar sekolah. (mdk/rnd)

Baca juga:

Jelang tahun ajaran baru, toko pakaian sekolah diserbu warga

Beragam cerita hari pertama masuk sekolah, dari unik sampai mencekam

Cerita para kepala daerah antarkan anak di hari pertama sekolah

Pengakuan Ganjar, anaknya 'ngambek' karena tidak diantar ke sekolah

Menteri Anies minta orangtua tak beri beban besar pada anak

MOS dihapus, Ahok puji Anies ingin sekolah negeri rasa internasional

Ahok tak tahu jumlah PNS DKI yang izin antar anak sekolah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.