Menteri Erick Akui Kredit UMKM Indonesia Termasuk Terendah di Dunia

Menteri Erick Akui Kredit UMKM Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
Erick Thohir di Acara Launching Bersama Produk Warung Pangan. ©2021 Istimewa
PERBANKAN | 16 September 2021 12:25 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui, porsi pemberian kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di perbankan masih sangat rendah dibandingkan negara-negara lain. Saat ini perbankan nasional hanya bisa menyanggupi pemberian kredit 20 persen saja.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, posisi Indonesia masih sangat jauh. Porsi kredit diberikan kedua negara itu mencapai 50 persen.

"Korea 80 persen, Jepang 65 persen. Kenapa kita hanya 20 persen," ujar Menteri Erick, dalam acara Launching Produk Bersama dengan Nusakita, Panganesia, dan Rania!, Kamis (16/9).

Mantan Bos Inter Milan itu pun berharap, setidaknya perbankan dalam negeri bisa menyamakan atau paling tidak mendekati porsi kredit diberikan negara-negara tetangga. Ini juga sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang menargetkan porsi pinjaman ke UMKM mencapai 30 persen.

"Karena itu kita dorong sekarang bank-bank yang ada di Himbara untuk menjadi bagian penting perubahan yang signifikan memastikan UMKM sebagai tulang punggung kita, bukan hanya sekedar service. Kita dorong sesuai instruksi Presiden (Jokowi) harus mencapai 30 persen. Bahkan terus disamakan dengan negara-negara tetangga," tegasnya.

Menteri Erick yakin, keinginan Presiden untuk memperbesar pinjaman ke UMKM bisa terjawab dengan pembentukan Holding Ultra Mikro. Di mana holding terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM akan menjadi sebuah kekuatan yang memastikan akses permodalan dan juga bunga murah untuk UMKM menjadi kenyataan.

"Kita harus sepakat kita tidak mungkin hanya mendukung yang besar saja keseimbangan ekonomi harus terjadi. Yang besar-besar tetapi keberpihakan kepada kecil ultra mikro harus terjadi kita harus menjaga keseimbangan ekonomi Indonesia," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Potensi Kredit UMKM Masih Besar...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami