Naik 21 Persen, Laba Bank Mandiri Capai Rp12,5 Triliun di Semester I-2021

Naik 21 Persen, Laba Bank Mandiri Capai Rp12,5 Triliun di Semester I-2021
Bank Mandiri. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko
PERBANKAN | 29 Juli 2021 18:59 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp12,5 triliun di semester I-2021. Angka laba ini tumbuh 21,45 persen (yoy) dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp10,29 triliun.

"Pada triwulan II-2021 ini pertumbuhan bisnis dan profitabilitas terus menunjukkan kinerja yang membaik," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/7).

Darmawan mengatakan, membaiknya kinerja finansial Bank Mandiri melalui pencapaian laba bersih yang tumbuh 21,45 persen terutama disokong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,5 persen (yoy) menjadi Rp35,16 triliun. Pencapaian tersebut turut didukung oleh adanya pertumbuhan pendapatan berbasis jasa atau fee based income sebesar 17,27 persen (yoy) menjadi Rp15,94 triliun.

Kemudian, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri secara konsolidasi hingga kuartal II 2021 tumbuh 19,73 persen (yoy) menjadi Rp1.169,2 triliun dengan komposisi dana murah 68,49 persen atau Rp800,8 triliun.

Pertumbuhan dana murah yang mencapai 68,49 persen itu terutama didorong oleh pertumbuhan giro atau bank only sebesar 40,9 persen (yoy) pada triwulan II 2021.

Darmawan menyatakan tren pertumbuhan dana murah yang terjaga ini ikut menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) secara ytd atau bank only menjadi 1,71 persen turun dari level 2,53 persen pada akhir tahun lalu.

Sementara, dari aspek intermediasi perbankan, Bank Mandiri mencetak pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 16,4 persen (yoy) menjadi Rp1.014,3 triliun.

Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh segmen wholesale banking yang tercatat tumbuh 7,13 persen (yoy) menjadi Rp534,2 triliun per akhir kuartal II 2021.

Sementara, pembiayaan ke segmen UMKM tercatat naik 20,1 persen (yoy) menjadi Rp98,3 triliun hingga kuartal II 2021.

Dia menuturkan penyaluran kredit tersebut dilakukan secara prudent kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat.

Baca Selanjutnya: Kredit Macet...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami