PPKM Hambat Proses Migrasi Rekening BRI dan BNI Syariah ke BSI

PPKM Hambat Proses Migrasi Rekening BRI dan BNI Syariah ke BSI
Aktifitas Teller Bank BRi. ©2012 Merdeka.com
PERBANKAN | 30 Juli 2021 12:10 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk., Hery Gunardi mengatakan, proses migrasi rekening nasabah ex BRI Syariah dan BNI Syariah terhambat karena kebijakan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. Harus diakui kebijakan tersebut membuat para nasabah kesulitan dalam melakukan penukaran kartu debit dan mengganti buku tabungannya.

"Kenapa lambat? Karena proses integrasi di Jakarta dan Jawa Timur ini ada PPKM Darurat jadi membatasi nasabah yang datang ke cabang. Kalau bulan sebelumnya bisa dengan mudah dilakukan," kata Hery dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (30/7).

Hery melaporkan migrasi rekening nasabah ex BRIS dan ex BNIS di wilayah timur Indonesia telah selesai sejak April lalu. Lalu pada bulan Mei proses migrasi rekening dilakukan di Jawa Tengah yang juga meliputi Yogyakarta, Semarang dan Solo.

Pada bulan Mei, migrasi dilakukan untuk wilayah Aceh, Medan, Sumatera Selatan, termasuk juga Lampung, Bengkulu dan sekitarnya. Lalu pada Juli-Agustus direncanakan migrasi rekening dilakukan untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur dan Pulau Kalimantan. Sayangnya, akibat penerapan PPKM Darurat atau level 3 dan 4 ini membuat prosesnya jadi terhambat.

"Ini akan kita selesaikan pada Juli-Agustus, harapannya di Agustus ini sudah selesai semua," kata Hery.

Meski belum melakukan migrasi rekening, Hery memastikan para nasabah BNIS dan BRIS masih bisa melakukan transaksi dengan kartu debit yang dimiliki saat ini. Namun bagi nasabah yang ingin mengganti kartu debit dengan kartu BSI dia mempersilakan untuk bisa datang ke kantor-kantor cabang BSI.

"Kartu BRIS dan BNIS ini enggak perlu diganti dulu, tapi yang mau datang silakan, ini kita berikan layanan," kata dia.

Wakil Direktur Utama I BSI, Ngatari mencatat total nasabah ex BRIS sebanyak 4,9 juta yang terdiri dari nasabah simpanan dan pembiayaan. Sedangkan nasabah ex BNIS sebanyak 4,4 juta nasabah simpanan dan pinjaman. Sehingga total nasabah yang harus melakukan migrasi ke rekening BSI mencapai 9,4 juta. Dari jumlah tersebut, proses migrasi rekening BRIS dan BNIS saat ini sudah mencapai 86 persen.

"Proses migrasi kami sudah sampai 86 persen, tinggal 14 persen saja," kata Ngatari.

Dia menjelaskan dalam migrasi ini ada pemindahan gaji para PNS dan pensiunan yang prosesnya membutuhkan waktu. Proses ini pun harus melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan. Bila ini bisa dilakukan dalam waktu cepat, Ngatari menjamin proses migrasi akan selesai pada Agustus 2021.

"Kalau ini sudah selesai, Agustus ini sudah rapi. Operasional kita ini kan di tanggal 1 November, jadi masih ada 3 bulan untuk selesaikan sisa rekening dan saldo yang masih 14 persen tersebut. Ini segera bisa diselesaikan," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Bank Syariah Indonesia Raup Laba Bersih Rp1,48 Triliun di Semester I-2021
Naik 21 Persen, Laba Bank Mandiri Capai Rp12,5 Triliun di Semester I-2021
Menteri Erick Minta BNI Bantu Produk UMKM Indonesia Go Eropa
BNI Cabang London Bakal Bantu UMKM Pasarkan Produk di Kawasan Inggris
Bank BTN Tutup 29 Kantor Cabang Tahun Ini, Termasuk di Jabodetabek
Tumbuh 19,87 Persen, Laba BTN Kuartal II 2021 Capai Rp 920 Miliar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami