Satu Harimau Tertangkap di Muara Enim, Patroli Daerah Rawan Masih Berlangsung

PERISTIWA | 22 Januari 2020 15:37 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Meski seekor harimau Sumatera tertangkap, patroli di daerah-daerah rawan masih berlangsung. Hal itu untuk mencegah terjadinya konflik baru antara manusia dan hewan dilindungi itu.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Martialis Puspito mengatakan, daerah rawan yang dimaksud adalah Kabupaten Lahat, Pagaralam, dan Muara Enim, yang berada di sekitar kantung-kantung harimau di hutan lindung.

Apalagi, di tiga tempat itu terdapat delapan kali serangan sejak November 2019, enam orang di antaranya tewas.

"Karena belum tahu harimau yang tertangkap itu adalah yang berkonflik, maka perlu diantisipasi, patroli masih dilakukan untuk mencegah konflik baru," ungkap Puspito, Rabu (22/1).

Dia mengaku cukup kaget dengan masuknya harimau ke perangkap yang dipasang di Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu, Muara Enim, Selasa (21/1). Sebab, dari 24 kamera trap yang dipasang tak satu pun menangkap gambar pergerakan harimau.

"Mudah-mudahan harimau itu benar-benar dipastikan yang menyerang manusia selama ini," kata dia.

1 dari 1 halaman

Diketahui Harimau Jantan Dewasa Muda Kepala BKSDA Sumsel Genman Hasibuan menjelaskan, dari pengamatan petugas, harimau yang tertangkap merupakan jantan dewasa muda dengan berat badan sekitar 90 kilogram.

Dikatakan, harimau itu telah berada di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Lampung. Sebelumnya, harimau itu dibawa dari Muara Enim melalui jalur darat menuju Lampung dan diterbangkan menggunakan pesawat Cessna dari Bandara Lampung ke TWNC.

"Tiba di Bandara Lampung pukul tiga dini hari dan pagi tadi diterbangkan ke TWNC," kata Genman.

Ketika tiba di TWNC, kondisi harimau nampak tenang, tidak agresif, nafas teratur (16 kali per menit). Responnya sangat baik saat diberikan rangsang.

"Posisi harimau saat datang berbaring, setelah diberikan rangsang menjadi posisi duduk, kondisi umum baik dan sehat. Harimau itu akan menjalani beberapa tahap pemeriksaan sebelum diputuskan dilepasliarkan atau tidak," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Beruang Madu Masuk Perukiman Warga Dumai, BKSDA Pasang Perangkap untuk Evakuasi
Harimau Pemangsa Manusia Ditangkap, Gubernur Sumsel Minta Warga Kembali Berkebun
Dibawa ke Lampung, Harimau Masuk Perangkap di Muara Enim Dicek Feses & Darahnya
Harimau yang Diduga Tewaskan 6 Warga Sumsel Berhasil Ditangkap dengan Umpan Kambing
Buaya Muara Bertelur di Kebun Sawit, Bikin Resah Warga Agam

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.