1 Karyawan TVRI Dinyatakan Positif Corona Berdasarkan Tes PCR, 5 Negatif

1 Karyawan TVRI Dinyatakan Positif Corona Berdasarkan Tes PCR, 5 Negatif
PERISTIWA | 15 Juli 2020 01:00 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Satu dari enam orang karyawan TVRI yang sebelumnya dinyatakan reaktif saat menjalani rapid tes, akhirnya dinyatakan terkonfirm positif corona atau covid-19. Sedangkan 5 orang lainnya, dinyatakan negatif setelah menjalani tes PCR.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala TVRI Jawa Timur, Akbar Sahidi. Ia mengatakan bahwa satu lagi karyawannya dilaporkan positif virus corona dan karyawan tersebut telah bersiap untuk menjalani masa karantina di tempat yang telah disediakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Satu orang positif dan hari ini akan dilakukan proses untuk karantina," katanya, Selasa (14/7).

Ia menjelaskan, satu pegawai yang positif Covid-19 tersebut merupakan bagian dari enam orang karyawan yang reaktif berdasarkan hasil rapid test. Enam orang itu terjaring setelah pihaknya melakukan rapid test massal terhadap 180 karyawannya. Enam yang reaktif itu kemudian menjalani tes swab polymerase chain reaction (PCR).

"Yang lainnya atau lima orang sudah dinyatakan negatif," tegasnya.

Terkait dengan hal ini, pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, untuk melakukan tracing lanjutan.

Sebelumnya dua orang karyawan TVRI , dinyatakan meninggal dunia usai diduga terinfeksi virus corona (Covid-19). Namun, gejala awal yang ditunjukkan keduanya justru berbeda. Satu orang menunjukkan gejala sakit tifus, sedangkan lainnya menunjukkan gejala DBD.

Kedua karyawan yang diketahui sehari-harinya beraktivitas di dalam kantor itu, telah menjalani perawatan di rumah sakit, mereka juga telah menjalani pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR).

Namun, belum sempat hasil tes swab itu keluar, keduanya ternyata lebih dulu meninggal dunia. Mereka pun dimakamkan sesuai dengan protokol pemakaman pasien Covid-19.

TVRI Jatim sendiri telah menutup sementara kantornya hingga dua pekan ke depan. Selain itu pihaknya juga sudah melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan. (mdk/ded)

Baca juga:
Ganjar Heran Solo Disebut Zona Hitam Covid-19
Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Disemprot Disinfektan
Omnibus Law Jadi Pilihan Paling Rasional Atas Krisis Ekonomi Imbas Corona
Data Terbaru Gugus Tugas, 54 Kabupaten/Kota Tidak Ditemukan Kasus Covid-19
Tito Tegaskan Pemerintah Berupaya agar Pilkada Tak Jadi Kluster Baru Covid-19
Kisah Pasien Covid-19 Terlama yang Kini Sembuh, Dirawat 2 Bulan dan Tes Swab 19 Kali
Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, 2 Puskesmas di Garut Ditutup Sementara

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami