1 Mahasiswa Meninggal, Kampus Klaim Tak Ada Kekerasan Saat Kegiatan Kemah

1 Mahasiswa Meninggal, Kampus Klaim Tak Ada Kekerasan Saat Kegiatan Kemah
Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com
PERISTIWA | 16 Maret 2021 14:54 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menyatakan akan mengevaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan lapangan yang dilakukan oleh unit kegiatan atau himpunan mahasiswa setelah kejadian meninggalnya seorang mahasiswa berinisial MF (20) seusai pelaksanaan kemah bakti.

"Kejadian kali ini menjadi duka kami di UM Sumbar, kami jelas akan lakukan evaluasi internal terkait seluruh kegiatan mahasiswa sehingga hal yang seperti ini tidak akan terjadi lagi," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UM Sumbar Moch. Abdi.

Abdi mengatakan bahwa selama pelaksanaan kemah tidak ada mahasiswa yang melakukan tindak kekerasan yang mengarah ke penganiayaan.

"UM sudah lama tidak membolehkan adanya ospek, apalagi adanya kekerasan dalam kegiatan mahasiswa. Kami juga sudah tanya langsung kepada panitia dan peserta terkait kegiatan selama pelaksanaan kemah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan kemah mahasiswa sipil tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Fakultas Teknik UM Sumbar.

"Kegiatan ini tujuannya untuk membangun silaturahim antara mahasiswa, dosen, alumni di lingkungan prodi teknik sipil yang dilaksanakan tiga hari di Harau," katanya.

Bentuk kegiatan dari kemah tersebut, yakni bakti sosial, sosialisasi kepemimpinan, perkenalan organisasi mahasiswa dan sarasehan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga langsung pergi ke rumah duka setelah diketahui ada seorang mahasiswa yang meninggal tersebut.

"Kami dari pihak kampus mengikuti seluruh proses pemakaman almarhum di kampung halamannya di Kecamatan Tilatang Kamang Mato Aia, Kabupaten Agam. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum," ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan kemah mahasiswa sipil ini sebenarnya telah diantisipasi dan disesuaikan dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Oleh sebab itu pihaknya melaksanakan kemah dengan membagi dua gelombang.

"Jadi pada pelaksanaan gelombang pertama kali ini hanya diikuti 84 peserta. Rencananya gelombang kedua akan dilaksanakan nantinya, tapi dengan kejadian ini tentu tidak memungkinkan untuk dilaksanakan lagi," ujarnya.

Selain pergi ke rumah duka, pihak kampus juga telah menemui perangkat nagari tempat mahasiswa melaksanakan kemah untuk bersilaturahim sekaligus mencari informasi langsung dari masyarakat.

"Kemarin (15/3) kami telah menemui perangkat nagari, selain menambah informasi untuk kampus, kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar karena sangat membantu dalam mencari mahasiswa kami yang meninggal tersebut," katanya.

Sebelumnya, seorang Mahasiswa Universitas UM Sumbar Program Studi Teknik Sipil berinisial MF (20) ditemukan meninggal dunia di aliran sungai air luluh di jorong Padang Tarok nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota Novrizal Chan mengatakan bahwa pihaknya memang telah meminta keterangan kepada panitia, peserta dan senior yang menghadiri kegiatan tersebut. Hingga saat ini memang belum ditemukan ada yang terlibat melakukan unsur pidana

"Dari pemeriksaan baik itu di TKP, maupun teman angkatan dan senior tidak ada kekerasan fisik selama pelaksanaan kemah. Dari visum luar, memang ada luka lecet di dengkul, tapi di sekitaran tubuh lain tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujarnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Berbagi Makanan Gratis di Masa Pandemi
Buntut 2 Mahasiswa UIN Malang Tewas, UKM Pencak Silat Pagar Nusa Dibubarkan
Kasus 2 Mahasiswa UIN Malang Tewas saat Diklat Pencak Silat Naik ke Penyidikan
Polisi Sebut Diklat Pencak Silat Berujung Maut di Batu Digelar tanpa Izin
Diklat Pencak Silat di Kota Batu Berujung Maut, 2 Mahasiswa Meninggal
Polisi Tangkap 2 Mahasiswa Terkait Penganiayaan di Depan Gedung DPR

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami