10 Rumah Beserta Isinya Hanyut Terbawa Banjir Bandang di Sulawesi Tengah

10 Rumah Beserta Isinya Hanyut Terbawa Banjir Bandang di Sulawesi Tengah
Ilustrasi Banjir Bandang. ©2021 Merdeka.com/Mochammad Iqbal
NEWS | 23 Maret 2022 08:37 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Sedikitnya 10 rumah warga di Desa Galumpangan Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah hanyut terbawa banjir yang melanda desa tersebut pada Rabu dinihari sekitar pukul 03.00 WITA.

"Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan debit air meningkat di sungai yang berada di Desa Galumpangan. Akibat ketidakmampuan sungai tersebut menampung debit air mengakibatkan air meluap dan menyebabkan banjir di Desa Galumpangan," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Andi Sembiri dihubungi di Palu, Rabu (23/3). Seperti dilansir Antara.

Tercatat sedikitnya 10 unit rumah yang hanyut tersebut merupakan rumah semipermanen berdinding kayu maupun permanen berdindingkan tembok beton. Rumah tersebut hanyut terbawa arus banjir beserta perlengkapan rumah yang ada di dalamnya.

Para pemilik rumah tidak dapat menyelamatkan semua barang-barang berharga yang ada di dalamnya. Beruntung seluruh pemilik rumah dan anggota keluarga yang berada di dalamnya berhasil menyelamatkan diri.

"Saat ini warga sangat panik akibat banjir yang terjadi ditambah hujan yang masih mengguyur. Selain itu listrik padam dan air masih menggenangi rumah penduduk," ujarnya.

Selain menghanyutkan 10 unit rumah, banjir tersebut juga menyebabkan jalan trans yang menghubungkan Kabupaten Tolitoli dengan Kabupaten Buol putus.

Andi mengatakan kini warga Desa Galumpanga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir. Sekarang warga sangat membutuhkan bantuan air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus, minum maupun memasak.

"Saat ini tim reaksi cepat BPBD Banggai terus melakukan pendataan korban jiwa dan infrastruktur yang terdampak banjir tersebut dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat terkait penanganan bencana yang terjadi," tambahnya..

Ia mengimbau masyarakat setempat agar tetap waspada dan selalu siap siaga mengantisipasi bencana serupa yang dapat terjadi sewaktu-waktu agar tidak ada korban jiwa. (mdk/ded)

Baca juga:
5 Kecamatan di Tapin Kalsel Dilanda Banjir, 225 Rumah Terdampak dan 22 Jiwa Mengungsi
Hampir Sepekan Banjir di Sigi Sulteng, 230 Jiwa Mengungsi
Banjir Rendam 78 Rumah di Kota Pasuruan
Banjir di Banyuwangi Sebabkan Jembatan Ambruk dan 100 Rumah Tergenang
Dampak Banjir, Harga Bensin Eceran dan Nasi Bungkus di Kutai Timur Melonjak
Banjir di Kutai Timur, 2.090 Jiwa Mengungsi dan Satu Orang Meninggal Dunia
Banjir di Kutai Timur, 1.000 Warga Mengungsi
Banjir Melanda Cilacap, 14.417 Warga Terdampak

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami