11 Pekerja Pura-Pura Mati agar Tak Dihabisi Kelompok Pemberontak di Papua

PERISTIWA | 5 Desember 2018 12:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyampaikan, para pekerja proyek jembatan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua berusaha melarikan diri dari pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Salah satunya dengan berpura-pura mati saat diberondong tembakan.

"Sebagian pekerja tertembak mati di tempat, sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah," tutur Aidi dalam keterangannya, Rabu (5/12).

Penembakan para pekerja proyek Trans Papua itu dilakukan KKB di sekitaran Bukit Puncak Kabo pada Minggu 2 Desember 2018. Mereka digiring dengan tangan terikat dan berjalan jongkok menuju lokasi pembantaian tersebut.

"Dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja," jelas dia.

Saat KKB meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan, 11 pekerja yang berpura-pura mati berupaya mengambil kesempatan untuk melarikan diri. Namun, usaha itu terlihat oleh pasukan KKB.

"Lima orang tertangkap dan digorok oleh KKB meninggal di tempat, enam orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah, dua orang di antaranya belum ditemukan, sedangkan empat orang selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua," Aidi menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/did)

Baca juga:
DPR Minta Pasukan Elit TNI & Polri Tumpas Pemberontak Papua, Urusan HAM Belakangan
Kapolri Ungkap Asal Muasal Senjata Pemberontak di Papua
Kapolri Sebut Kelompok Bersenjata di Papua Ingin Tunjukkan Eksistensi
Sebelum Terjadi Penembakan, Wilayah Kerja Istaka Karya Dinilai Aman
Perintah Presiden Jokowi sampai Menhan Tindak Tegas KKB Papua
Sadisnya Pemberontak di Papua Habisi 19 Pekerja PT Istaka Karya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.