11 Tenaga Kesehatan di Garut Meninggal Akibat Covid-19 Sejak Januari 2021

11 Tenaga Kesehatan di Garut Meninggal Akibat Covid-19 Sejak Januari 2021
Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
PERISTIWA | 22 Juni 2021 04:32 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - 11 Tenaga kesehatan terdiri dari dokter, bidan, dan perawat meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Sebagian dari korban memiliki riwayat penyakit penyerta.

"Ya karena positif ada yang memiliki penyakit penyerta ada juga yang tidak, begitu cepat merasa sesak napas dan meninggal," kata Humas Satgas Penanganan Covid-19 Garut Yeni Yunita kepada wartawan di Garut, Senin (21/6).

Dia menyebutkan tenaga kesehatan yang gugur di tengah pandemi Covid-19 itu terdiri dari dua dokter, tiga perawat, dua bidan, dan empat orang tenaga kesehatan lainnya.

Mereka yang meninggal dunia, kata dia, tercatat sejak Januari 2021 sampai saat ini, ditambah kalangan lainnya seperti masyarakat umum.

Sehingga menjadi kewaspadaan pemerintah daerah untuk terus memperketat penerapan protokol kesehatan agar tidak ada lagi korban jiwa, ucapnya.

"Pada hari ini telah dilaporkan kasus konfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak 10 orang," kata dia.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyampaikan turut belasungkawa terhadap 11 tenaga kesehatan maupun masyarakat umum yang meninggal dunia karena terpapar positif Covid-19.

Dia menyampaikan tenaga medis memiliki peran penting dengan tugasnya yang berat karena berada paling depan dalam menangani pasien positif Covid-19.

"Mereka berada di garis terdepan memberi pelayanan kepada pasien, bahkan tidak sedikit di antaranya justru menjadi korban," kata dia.

Helmi berharap masyarakat terus berdoa agar wabah Covid-19 cepat berlalu dan para tenaga kesehatan diberi kekuatan dalam melaksanakan tugasnya untuk memberikan pelayanan medis terhadap pasien positif Covid-19 maupun penyakit lainnya.

"Perawat kita sangat terbatas, mohon doanya untuk masyarakat Kabupaten Garut agar para tenaga medis selalu diberi kesehatan," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan segala upaya untuk melindungi kerja petugas medis di semua fasilitas kesehatan dengan tetap memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal terhadap masyarakat.

Helmi juga mengajak masyarakat untuk membantu beban tenaga kerja kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan wabah Covid-19 agar tidak terjadi lonjakan kasus penularan virus tersebut.

"Pemerintah akan berupaya melakukan berbagai langkah untuk memproteksi kerja petugas medis di semua fasilitas kesehatan, terutama difasilitas kesehatan yang menerima dan melayani pasien terpapar Covid-19," katanya.

Hasil laporan Satgas Penanganan Covid-19 Garut secara keseluruhan sejak ditetapkan darurat wabah Covid-19 hingga Minggu (20/6) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Garut sebanyak 14.692 kasus, dari kasus itu sebanyak 3.752 kasus isolasi mandiri, 527 kasus isolasi di rumah sakit, 9.783 kasus dinyatakan sembuh, dan 630 kasus meninggal dunia. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami