12 Dokter terlibat dalam tes kesehatan bakal calon Pilkada Kota Batu

12 Dokter terlibat dalam tes kesehatan bakal calon Pilkada Kota Batu
PERISTIWA » MALANG | 24 September 2016 21:35 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Sebanyak 12 orang dokter berbagai disiplin terlibat dalam tes kesehatan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Batu. Komisi Pemilihan Umum (KPU), merekomendasikan empat pasangan calon yang sudah mendaftar untuk menjalani tes di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

"Ada 12 orang dokter dari berbagai bidang ilmu, di antaranya ahli jantung, Penyakit Dalam dan Kandungan," kata I Wayan Agung Hendra, Ketua Tim Dokter Penguji Bakal Pasangan Calon di RSSA, Sabtu (24/9).

Hari ini dimulai dengan tes ujian psikologi yang bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologis tiap-tiap calon. Tes psikologi berlangsung di ruang Singhasari mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Ujian secara tertulis dilakukan bersama-sama, tetapi saat wawancara dilakukan sendiri-sendiri. Selama tes mendapat pengawasan dari KPU, badan Narkotika Nasional (BNN), HIMSI (Himpunan Psikolog Indonesia) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Materinya tes seputar kepribadiannya. Ada dua materi yaitu tes intelegensi MMPI dan kepribadian," katanya.

MMPI sendiri singkatan dari Minnesota Multiphasic Personality Inventory. Tes dalam bentuk ratusan pertanyaan dengan alternative pilihan jawaban setuju dan tidak setuju.

Tes tersebut digunakan untuk proses diagnosa gangguan jiwa oleh psikiater seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual, gangguan depresi, kebohongan dan sebagainya. Modal dasar tes tersebut adalah kejujuran.

Ketua KPU Kota Batu, Rochani mengungkapkan, para bakal calon yang direkomendasi mengikuti tes adalah pasangan yang sudah mendaftarkan diri ke KPU. Hasil tes kesehatan nantinya bersifat final dan tidak boleh ada hasil pembandingnya.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh rumah sakit yang direkomendasi oleh IDI setelah berkoordinasi dengan HIMSI, BNN dan KPU. Rumah sakitnya sudah ditetapkan dan tim dokternya yang memeriksa juga sudah ditunjuk oleh rumah sakit tersebut.

"Tes kesehatan bisa menggugurkan bakal pasangan calon yang tidak memenuhi syarat jasmani rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika," tegasnya.

Bagi pasangan calon yang nantinya dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani serta bebas narkotika, bisa diganti dengan calon lain. Pergantian dilakukan pada masa perbaikan.

"Pemeriksaan kesehatan sifatnya sangat urgen, karena dapat menggugurkan pasangan calon yakni ketika ada kategori mereka dinyatakan tidak cukup sehat jasmani dan rohani maupun bebas penyalahgunaan narkotika," katanya.

Pasangan calon yang mengikuti tes kesehatan antara lain Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso, Abdul Madjid-Kasmuri Idris, Khairuddin-Hendra Angga Sonatha dan HA Rudi SB-Sujono Djonet.

Setelah pemeriksaan psikologi, para bakal calon akan menjalani tes kesehatan yang sifatnya laborat pada Senin (26/9) mendatang. Kegiatan kesehatan berakhir tanggal 27 September. (mdk/hhw)

Pilkada Kota Batu, HA Rudi SB-Sujono Djonet daftar detik-detik akhir

4 Pasangan bakal calon Wali Kota Batu jalani tes psikologi

Khairuddin-Hendra Angga Sonatha pendaftar ketiga di Pilkada Batu

Ingin lanjutkan dinasti suami di Kota Batu, ini kata Dewanti Rumpoko

Diusung PDIP, Dewanti-Punjul daftar ke KPU Kota Batu

Jelang pendaftaran, kantor KPU Batu dijaga ketat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami