12 Orang Sindikat Produsen Tembakau Gorila Lintas Daerah Dibekuk Polisi

12 Orang Sindikat Produsen Tembakau Gorila Lintas Daerah Dibekuk Polisi
PERISTIWA | 4 April 2020 04:00 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polda Metro Jaya mengamankan 12 orang sindikat pembuat sekaligus penjual tembakau jenis gorila lintas daerah yakni Jakarta, Tangerang Selatan, Cirebon dan Bandung. Penangkapan itu hasil penelusuran dari 17-31 Maret 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, para tersangka memasarkan barang haramnya itu kepada para pembeli melalui media sosial Instagram (IG).

"Modus mereka komunikasinya menggunakan medsos yang ada di Instagram, baik mereka chating dan memesan biang bibit ini," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (3/4).

Menurutnya, proses pembayaran dilakukan dengan menggunakan bitcoin. Ini merupakan akal-akalan pelaku agar kejahatan mereka tidak terendus petugas.

"Transaksi pembayarannya menggunakan bitcoin," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Setelah mendapatkan pembeli, para pelaku langsung mengirim tembakau tersebut lewat jasa pengiriman. Untuk mengelabuhi polisi, mereka membungkus narkoba tersebut dengan menggunakan kardus berisi makanan.

"Mereka mengirim menggunakan jasa pengiriman barang. Melalui jasa pengiriman barang, dia mengelabuhi dengan kotak kardus berisi makanan," ungkapnya.

Sementara itu, Wadir Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana menjelaskan, para pelaku belajar secara otodidak untuk membuat tembakau gorila tersebut. Sebab, pembuatan tembakau ini tergolong mudah.

"Untuk membuat tembakau gorila cenderung lebih mudah, sehingga para tersangka bisa belajar sendiri dan buat sendiri. Barang-barang yang diperlukan itu sudah ada dari sumber yang terpisah, sehingga saat mereka dapat bahan itu dia bikin sendiri dan distribusikan sendiri. Keterkaitannya ini hanya jual beli," jelasnya.

Dari hasil ungkap tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti sebanyak 7 kilogram Bibit Canabinoid dan 10 kilogram tembakau gorila.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Adapun ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (mdk/ray)

Baca juga:
Polisi Tangkap Produsen Tembakau Sintetis Sasar Anak SD di Bogor
Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi Karena Jual Tembakau Gorila
Polisi Gerebek Indekos di Bandung Tempat Produksi Tembakau Gorilla
Konsumsi Tembakau Gorila Sebelum Klitih, Mahasiswa di Bantul Dibekuk Polisi
Isap Tembakau Gorila, Siswa SMP Tunggang Langgang Digerebek Warga, 3 Ditemukan Teler

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami