12 Tahun Disekap dan Tak Digaji Majikan, TKW Asal Malang Pingsan Dipelukan Ibu

PERISTIWA » MALANG | 19 Februari 2019 13:48 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Diah Anggraeni (36), TKW yang 12 tahun hilang kontak dengan keluarga akhirnya tiba di rumahnya di Kota Malang, Jawa Timur. Begitu tiba di rumahnya, Diah langsung pingsan di pelukan ibunya, Prapti Utami (53) dan dua adiknya.

Rombongan Diah dari Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB tiba di kampungnya, Jalan RE Martadinata Gang 6 RT 15 RW 02 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Karena kendaraan tidak bisa memasuki gang, rombongan harus berjalan kaki.

Tetangga terdekat Diah tampak berjajar di sepanjang jalan, sambil satu per satu bersalaman hingga memasuki gang sempit depan rumahnya. Wajah ceria terpancar sepanjang perjalanan, sambil terus bersalaman, bahkan beberapa mengajaknya berfoto.

Diah Anggraeni ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko


Namun giliran memasuki gang sempit depan rumah, wajah Diah berubah sedih. Tangisnya tidak tertahan hingga memeluk ibu dan adiknya yang sudah menunggu di depan rumah.

Tangis pun pecah di antara mereka, hingga Diah lunglai jatuh terduduk pingsan. Dengan sedikit kesulitan karena sempitnya jalan, Diah dibawa memasuki rumahnya.

Selama 12 tahun Diah bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga di Amman, Jordania. Dia sempat tidak mendapatkan gaji dari majikannya. Korban juga mendapat perlakuan kurang manusiawi. Salah satunya hanya bisa mandi sebulan sekali.

"Bahagia ya, terima kasih atas bantuan orang-orang yang telah membantu saya, saat tidak bisa balas apa-apa selain mendoakan mereka. Terima kasih banyak sudah ditolong ketemu dengan keluarga," kata Diah usai acara penyerahan berita acara dari Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) kepada keluarga di Kota Malang, Selasa (19/2).

Diah disambut Kepala P4TKI Malang, Muhammad Iqbal bersama dengan Disnaker Kota Malang di Jakarta. Sebenarnya rombongan sudah tiba di Jakarta semalam, namun baru mendapatkan pesawat ke Malang pagi ini.

"Saya terima kasih banyak sudah nggak bisa ngomong karena sangat capek sekali," katanya.

Sementara Kepala P4TKI Malang dalam pesannya meminta Diah untuk tidak kembali menjadi TKW ke luar negeri. Kejadian pahit yang dialaminya harus diambil pelajaran, oleh siapapun.

Baca juga:
Perjuangan Diah Anggraeni, Jadi TKW Ingin Ubah Nasib Keluarga Justru Disekap Majikan
Kisah Pilu TKI Asal Malang di Jordania: 12 Tahun Kerja Tak Digaji & Dilarang Mandi
Pemerintah Segera Pulangkan Pekerja Migran Diah Anggraini dari Yordania
Kasus Kematian TKW Adelina Sau Mandek di Malaysia, Ibunda Pasrah
Menteri PANRB Syafruddin: Pemerintah Komitmen Bantu TKI Bermasalah di Dubai
Pemerintah Pastikan Bantu TKW Yang Bermasalah di Dubai

(mdk/ded)