12 Warga Gowa Dinyatakan Sehat Usai Kontak dengan Prof Idrus, Pasien Positif Corona

12 Warga Gowa Dinyatakan Sehat Usai Kontak dengan Prof Idrus, Pasien Positif Corona
PERISTIWA | 10 April 2020 12:05 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - 12 Warga Dusun Taipakodong, Desa Rappoala, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa status ODP telah selesai jalani isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari dan dinyatakan sehat, Rabu, (8/4).

Mereka adalah orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif covid-19, Prof Dr, dr Idrus Paturusi saat di villa milik Prof Dr dr Idrus Paturusi di desa tersebut.

Eks rektor Universitas Hasanuddin yang juga motor penggerak Tim Satgas Covid-19 Universitas Hasanuddin ini dinyatakan positif terjangkit covid-19, Rabu, 25 Maret lalu.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo mengatakan, 12 warga ini adalah hasil tracking kontak dan mulai diisolasi mandiri sejak 26 Maret.

"12 warga status ODP dengan riwayat kontak covid 19, Prof Idrus dengan gejala klinis ringan. Diisolasi mandiri sejak 26 Maret dengan pemantauan rutin serta pemberian vitamin oleh tim Puskesmas Tompobulu. Semua patuh selama isolasi dan kondisi semua ODP membaik dan sehat sampai selesai 14 hari pemantauan," kata Adnan dalam keterangannya, Jumat (10/4).

Setelah berakhir masa isolasi mandiri, Rabu, (8/4), menyusul penyaluran bantuan sembako oleh Bupati Gowa, Kamis kemarin, (9/4).

Sejak Prof Dr dr Idrus Paturusi yang dinyatakan positif terjangkit covid-19, Pemkab Gowa juga langsung melakukan pencegahan penyebaran dengan melakukan penyemprotan di villa milik eks Rektor Unhas tersebut.

Karena sebelumnya, Prof Idrus menginap di villa tersebut belum lama setelah dinyatakan positif. Penyemprotan disinfektan dilakukan kerjasama dengan Kodim 1409, Polres Gowa dan Damkar Gowa.

Adapun Prof Idrus kini juga telah dinyatakan sembuh dan telah keluar dari RS Unhas sejak pekan lalu. (mdk/rhm)

Baca juga:
Cegah Penyebaran Covid-19, Kemenag Imbau Umat Buddha Rayakan Waisak dari Rumah
Jenazah Perawat Medis Ditolak Warga, Ini 2 Dosa Dibenci Allah yang Dilakukan Penolak
Dampak Corona, Sektor Wisata Cirebon Menurun hingga Ada yang Tutup Permanen
Kemenag: Jangan Dibenturkan Protokol Kesehatan dan Agama
Pandemi Corona, Kemenag Imbau Buka Puasa Bersama Ditiadakan, Salat Tarawih di Rumah
Gerindra Ingatkan Pemerintah Jamin Dapur Rakyat Tetap Ngebul Selama Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami