15 Daerah di Sumbar Masuk Zona Oranye Covid-19

15 Daerah di Sumbar Masuk Zona Oranye Covid-19
swab antigen Covid-19. ©2021 merdeka.com/imam buhori
PERISTIWA | 10 Mei 2021 00:05 Reporter : Ikhwan

Merdeka.com - Sebanyak 15 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat masuk dalam zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid-19. Data ini hingga Minggu (9/5). Tiga daerah diantaranya hampir mendekati angka zona merah dalam peningkatan positif terjangkit Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, indikator Positivity Rate (PR) 15 daerah yang masuk ke zona oranye berada di bawah skor 2,40 hingga 1,85 di titik paling terendah.

"Untuk tiga daerah yang mendekati zona merah, diantaranya Kabupaten Tanah Datar dengan skor 1,85, kemudian Kabupaten Pasaman Barat dengan skor 1,93 dan Kabupaten Limapuluh Kota dengan skor 1,98," kata Jasman di Padang, Minggu (9/5).

Terhadap tiga daerah yang mendekati angka zona merah, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya yang dianggap perlu untuk menekan angkanya, agar tak masuk ke zona risiko tinggi.

"Untuk saat ini, peningkatan angka positif Covid-19 didominasi oleh warga binaan, daerah perkampungan karena adanya curi start mudik yang sebagian besar tidak terdeteksi masyarakat," jelas Jasman.

Sedangkan untuk 12 daerah lainnya yang masuk zona kuning diantaranya, Kabupaten Solok Selatan (skor 2,40), Kota Padang (skor 2,38), Kabupaten Sijunjung (skor 2,31), Kota Sawahlunto (skor 2,29), Kabupaten Solok (skor 2,24), Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,20), Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,20), Kota Payakumbuh (skor 2,19), Kota Padang Panjang (skor 2,18), Kabupaten Pasaman (skor 2,13), Kabupaten Agam (skor 2,13) dan Kota Bukittinggi (skor 2,00).

Saat ini terdapat empat daerah yang masuk dalam zona kuning atau risiko rendah, diantaranya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Solok, Kota Pariaman dan Kabupaten Dharmasraya.

"Ada dua daerah yang baru masuk ke zona kuning, terhadap hitungan indikator data minggu ke-60 Covid-19, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kota Solok, penetapan ini berlaku dari 9 Mei hingga 15 Mei 2021 mendatang," kata Jasman.

Dia mengatakan, untuk data saat ini, Kota Pariaman menjadi yang terbaik dengan skor PR tertinggi 2,99. "Kita berharap masing-masing daerah terus meningkatkan upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19, agar keluar dari zona oranye," sebut Jasman.

Sementara itu, terjadi kecenderungan peningkatan PR di Sumatera Barat. Untuk PR minggu ke-59 di Sumatera Barat berada di posisi skor 8,74. "Sementara terjadi peningkatan di minggu ke-60 ini, menjadi 8,27. Kita patut waspadai, PR di Sumbar untuk minggu ke-60 ini," tutup Jasman. (mdk/noe)

Baca juga:
Varian Corona B1617 Terdeteksi di Kalteng, Dinkes Tracing Kontak Erat
Virus Corona Merebak di Gunung Everest
Menhub Budi Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 India
Menlu: Asia Tenggara Alami Kenaikan Kasus Covid-19 19%, Tertinggi di India
Temuan WNA Positif Covid-19, Pemerintah Belum Berencana Tutup Penerbangan Luar Negeri
85 WN China Masuk ke Indonesia, Imigrasi Sebut Sesuai Aturan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami