150 Pengemudi Taksi dan Ojek Online di Kediri Divaksinasi Covid-19

150 Pengemudi Taksi dan Ojek Online di Kediri Divaksinasi Covid-19
Vaksinasi corona di Kediri. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 5 April 2021 18:58 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Pemberian vaksin dosis pertama untuk para pengemudi taksi dan ojek online dilakukan di Balai Kota Kediri, Senin (5/4). Data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, ada 150 pengemudi taksi dan ojek online yang menerima vaksinasi.

Mereka sudah mendatangi Balai Kota Kediri sejak pagi dan antre di kendaraan masing-masing. Berbeda dari sebelumnya, semua tahapan vaksinasi kali ini dilakukan dengan sistem drive thru mulai dari pendaftaran, skrining, vaksinasi dan observasi.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, tujuan diberikan vaksinasi dengan sasaran pengemudi taksi dan ojek online yaitu untuk meminimalisir risiko penularan virus Covid-19. Hal ini dikarenakan pekerjaan mereka yang setiap harinya harus bertemu dan kontak erat dengan banyak orang.

"Kita memberikan vaksinasi ini kepada pengemudi ojek dan taksi online karena mereka melakukan pelayanan. Jadi mereka juga setiap harinya sering bertemu dengan masyarakat. Artinya mereka juga memiliki resiko terpapar dan memaparkan yang sangat tinggi sekali. Divaksin dengan sistem drive thru agar mereka tidak berkerumun. Kalau drive thru kan mereka bisa sendiri-sendiri, dan setelah observasi bisa langsung meninggalkan tempat," Kata Abu Bakar.

Lebih lanjut, Abu Bakar menambahkan, pengemudi taksi dan ojek online tidak semuanya berasal dari Kota Kediri, namun juga dari luar Kota Kediri.

Kendati demikian, mereka dibolehkan menerima vaksinasi mengingat wilayah kerja mereka berada di Kota Kediri.

"Ini kebetulan yang kerja di Kota Kediri bukan hanya warga kota saja, tapi juga ada dari luar seperti Kabupaten Kediri dan Nganjuk. Tapi dia mencari nafkahnya di Kota Kediri sehingga dia bertemunya dengan warga Kota Kediri," jelasnya.

Data per 3 April 2021, sudah ada 22.000 orang di Kediri yang divaksinasi Covid-19.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, karena sistem drive thru baru pertama kali dilakukan, pihaknya mengungkapkan ada sedikit kendala di lapangan, namun hal itu bisa diatasi dengan baik.

"Memang ada beberapa kendala kalau drive thru salah satunya adalah proses skrining karena terkadang kalau diproses di kendaraan petugasnya harus berbicara dengan suara yang keras, jadi tidak senyaman seperti di meja biasa. Tapi dengan drive thru ini insya Allah mudah-mudahan proses vaksinasi bisa lebih cepat lagi di Kota Kediri, sehingga pencapaian sasaran seluruh masyarakat Kota Kediri lebih cepat selesai. Nanti akan dievaluasi, kalau memang secara drive thru bisa lebih efektif dan efisien mungkin akan kita drive thru kan untuk semua sasaran," jelasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Drive Thru Bantu Kejar Target 21,6 Juta Lansia Sudah Divaksin
Sudah Divaksinasi, Anggota Polda Metro Diberi Pelindung Imun Cegah Tertular Covid-19
Target 1 Juta, Program Vaksinasi Baru Capai 200 Ribu Orang per Hari
Jatah Vaksin Indonesia Berkurang di April, Pemerintah Prioritaskan untuk Lansia
Sri Mulyani: Jangan Terlena Penularan Covid-19 Meski Sudah Divaksinasi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami