1.500 Tentara Digerakkan Percepat Rekonstruksi Rumah di NTB

PERISTIWA | 24 Januari 2019 21:04 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Pemerintah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Lombok dan Sumbawa. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan ada beberapa kendala untuk mempercepat pembangunan rumah. Salah satunya pengadaan pekerja kontruksi.

Karena itu pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggerakkan 1.500 tentara untuk membantu pembangunan rumah.

"BNPB ingin menggerakkan. Karena masalahnya satu tukang, BNPB ingin menggerakkan 1.000-1.500 tentara di sana. Untuk membangun, tukang itu di sana," kata Basuki usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Kamis (24/1).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menjelaskan pada Rabu (9/1) mengenai progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG), Puan juga melaporkan minat masyarakat untuk membangun RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana) sebanyak 3.855 unit, RIKA (Rumah Instan Kayu) sebanyak 7.298 unit dan RIKO (Rumah Instan Konvensional) sebanyak 6.124 unit.

Sementara yang masih dalam tahap proses membangun RISHA sebanyak 1.890 unit, RIKA 671 unit dan RIKO sebanyak 1.162 unit.Hingga saat ini, total jumlah rumah tahan gempa yang sudah dibangun di masing-masing kabupaten/kota terdampak gempa NTB sebanyak 3.996 unit. Rinciannya, Lombok Barat 585 unit, Kabupaten Lombok Tengah 518 unit, Kabupaten Lombok Timur 934 unit, Lombok Utara 1.003 unit, Mataram 448 unit, Sumbawa 467 unit Dan Sumbawa Barat sebanyak 41 unit rumah.

Baca juga:

Menteri PUPR Tunggu Gubernur Sulawesi Tengah Beri Peta Zona Rawan Bencana Palu

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6 Guncang Sumba Barat Malam ini

Suzuki Berikan Servis Gratis 328 Mobil di Lombok dan Sekitarnya

Gebrakan Letjen TNI Doni Monardo Setelah Menjabat Kepala BNPB

Gubenur NTB Temui Wapres JK Lapor Perkembangan Rehabilitasi Pascabencana

Kepala BNPB Anyar Fokuskan Penanganan Bencana di Lombok hingga Banten

(mdk/noe)