155 Ribu Personel Gabungan Diturunkan Dalam Operasi Ketupat Jaya 2021

155 Ribu Personel Gabungan Diturunkan Dalam Operasi Ketupat Jaya 2021
Kakorlantas Polri Irjen Istiono Cek kesiapan Kendaraan Jelang Natal. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani
PERISTIWA | 5 Mei 2021 11:34 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - 155 Ribu personel gabungan TNI-Polri dan instansi pemerintah diturunkan dalam Operasi Ketupat Jaya 2021. Nantinya kegiatan operasi ini akan berlangsung pada 6-17 Mei 2021.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono mengatakan, operasi tersebut dilakukan agar tidak ada masyarakat yang melakukan kegiatan mudik lebaran pada tahun ini. Mengingat masyarakat masih dilanda Covid-19.

"Tujuannya, masyarakat dapat melaksanakan Idulfitri secara aman, nyaman dan terhindar Covid-19. Jumlah personel 155 ribu gabungan, 90.502 Polri 11.533 TNI, 52.000 instansi pemerintah, satuan Pamong Praja (PP), Pramuka, Jasarharja dan lain-lain," kata Istiono di Polda Metro Jaya, Selasa (5/5).

Nantinya, para petugas akan ditempatkan di 381 titik penyekatan. Hal ini juga bagian dari bentuk antisipasi terhadap masyarakat yang masih berniat untuk lakukan mudik. Nantinya, para personel juga akan disebar di 1.536 pos pengamanan, 596 pos pelayanan serta 180 pos terpadu.

"(Tujuannya) untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas, pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata dan lain-lain," ujarnya.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, pos penyekatan yang didirikannya itu juga dibuat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 serta memeriksa dokumen hasil test Covid.

"Posko ini bukan hanya jadi posko pelayanan tetapi juga ubtuk mengendalikan Covid-19, untuk mengecek dokumen yg harus dimiliki penumpang yaitu hasil tes Covid-19 paling lambat 1x24 jam," jelasnya.

"SIKM dan sertifikasi vaksinasi. Melakukan rapid antigen acak, mencegah dan melakukan penertiban kerumunan dengan sanksi lisan, fisik dan denda administrasi, pembagian masker kepada masyarakat," tutupnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Wagub DKI: Jangan Sampai Kehadiran Kita ke Kampung Justru Bawa Virus
Kemenhub: Mudik Dilarang, Tapi Transportasi di 8 Wilayah Aglomerasi Tetap Berjalan
Puan Tinjau Terminal dan Stasiun Cirebon Jelang Kebijakan Larangan Mudik
Tes GeNose C19 Bagi Penumpang di Pelabuhan Merak
Alasan Pemerintah Larang Mudik: Menurunkan Serendah-rendahnya Penyebaran Covid-19
Titik Penyekatan Aktif Malam Ini, Polri Minta Masyarakat Tak Kucing-Kucingan Mudik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami