156 Warga Binaan dan Petugas Lapas Perempuan Tenggarong Positif Corona

156 Warga Binaan dan Petugas Lapas Perempuan Tenggarong Positif Corona
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock
PERISTIWA | 25 Februari 2021 15:59 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - 430 warga binaan maupun petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengikuti uji swab (uji usap). Dari jumlah tersebut, 156 orang positif Covid-19.

Keterangan diperoleh merdeka.com, uji usap dilakukan menyusul ditemukannya kasus positif Covid-19 salah satu warga binaan. Tracing pun dilakukan di dalam Lapas, untuk memutus mata rantai penularan.

Jika dirinci, dari 430, ada 364 warga binaan pemasyarakatan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong diuji usap, untuk diperiksa di laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasilnya, 136 orang warga binaan positif Covid-19, dan 1 orang selesai isolasi di Wisma Atlet Tenggarong.

Sedangkan petugas Lapas yang diuji usap, ada 66 orang. Di mana 20 orang di antaranya positif Covid-19, dan empat orang selesai isolasi mandiri. Dengan demikian ada 156 warga binaan dan petugas Lapas positif Corona.

"Iya itu benar. Uji swab kami lakukan bertahap, sampai empat kali, dari tanggal 9 Februari kemarin," kata Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Sri Astiana dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (25/2).

Astiana memastikan, meski warga binaan Lapas positif Covid-19, tidak ada yang sampai kondisi kritis. "Tidak ada yang kritis, kondisi stabil, juga sehat dan bisa beraktivitas. Ini yang perlu diketahui semua WBP," ujar Astiana.

Dia menegaskan, tidak diketahui pasti bagaimana warga binaan dan petugas Lapas terpapar Covid-19. "Tidak bisa kita duga karena tidak tampak di kita. Untuk langkah pencegahan, sudah kita lakukan sesuai prosedur 12 langkah penanggulangan, yang memang diperintahkan Dirjen Pemasyarakatan," tambah Astiana.

Pun demikian dengan kondisi blok sel di dalam Lapas, lanjut Astiana, sudah dibuat zona merah, kuning dan hijau. "Petugas pun masuk ke dalam blok sel, mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. Semua kita terapkan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," tutup Astiana. (mdk/cob)

Baca juga:
Akademisi: 'Keletihan Sosial' Akibat Pandemi Membuat Rakyat Kurang Peduli Prokes
Anak-Anak Mendapatkan Efek Terburuk dari Pandemi Covid-19
Pembebasan PPnBM Mobil Baru Tak Lantas Dorong Kelas Menengah Ramai-Ramai Belanja
Klaster Keluarga di Karangasem, 37 Warga Satu Lingkungan Positif Covid-19
Dua Pekan Dirawat di Rumah Sakit karena Corona, Kepala BNN Kabupaten Bogor Meninggal
PKS Desak Jokowi Minta Maaf Karena Picu Kerumunan di NTT
Positif Corona, Imam akan Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok secara Virtual

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami