16 Koli HP Dikirim dari Bandara Soetta, Sampai Medan Tinggal 15 Koli

PERISTIWA | 5 November 2019 23:02 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membongkar pencuri barang kiriman melalui terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Kapolres Kota Bandara Soetta AKBP Arie Ardian Rishadi mengungkapkan, pencurian paket kiriman kargo tersebut terjadi saat barang yang dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman barang J&T dari terminal kargo Bandara Soetta menuju Bandara Kualanamu.

"Pada saat diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta, pihak J&T memberangkatkan 16 koli barang berisi smartphone dengan merek Oppo dan Realme, namun ketika sampai di Kargo Kualanamu, hanya tinggal 15 koli," terang Kapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta AKBP Arie Ardian, Selasa (5/11).

Dari peristiwa tersebut, kemudian pihak perusahaan pengiriman paket melaporkan kehilangan satu koli paket kirimannya itu ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

"Saat dilakukan penyelidikan, diketahui paket tersebut hilang saat turun dari pesawat menuju kargo Bandara Kualanamu, akhirnya kita lakukan pemeriksaan terhadap petugas yang saat itu tengah bertugas di terminal kargo Kualanamu," terang dia.

Dari hasil penyelidikan itu, polisi mendapati petunjuk pelaku yang merupakan petugas internal di terminal kargo Bandara Kualanamu.

"Dua pelaku yang merupakan petugas Bagage Towing Tractor (BTT) Bandara Kualanamu yakni, DI (30) dan S (32) berhasil kami amankan," ucap Arie.

Diterangkan Kapolres, pelaku DI merupakan operator BTT yang bertindak sebagai pelaku utama yang mengambil satu koli barang yang berisi empat telepon selular. Sedangkan pelaku S membantu pelaku DI mengeluarkan barang keluar Bandara Kualanamu untuk kemudian dijual ke penadah.

Selanjutnya, polisi juga berhasil mengamankan pelaku BA (26) dan MR (22) selaku penadah dari telepon selular curian tersebut. Sementara satu pelaku lainnya yang bertindak sebagai penadah berinisial R (50), masih dalam pengejaran polisi.

"BA membeli satu buah smartphone hasil curian dengan setengah harga, sementara MR diperintahkan R (DPO) untuk menjual tiga buah telepon selular tersebut," katanya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Baca juga:
Chevron Keluhkan Pencurian Minyak di Blok Rokan
Pura-Pura Salat, Seorang Pria di Depok Curi Uang Kotak Amal Masjid
Beraksi di Bali, Maling Spesialis Rumah Tinggal Dibekuk di Tangerang
Ketahuan Curi Helm, Dua Pemuda di Surabaya Dihakimi Massa
Dua Pekan, Polrestro Depok Amankan 25 Pelaku Kejahatan
Polisi Tangkap Pembobol Rumah Vokalis Flanella

(mdk/cob)