17 Panitia Diksar Jadi Tersangka Tewasnya Mahasiswa Universitas Lampung

PERISTIWA | 9 Oktober 2019 18:00 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Polda Lampung menetapkan 17 orang tersangka kasus kematian Aga Trias Tahta, mahasiswa Fakultas ISIP Universitas Lampung saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala di Padang Cermin, Pesawaran. Para tersangka merupakan panitia kegiatan.

"17 itu 13 laki-laki dan empat perempuan karena hasil pemeriksaan maraton. Kalau kemarin memeriksa 10 dari pihak keluarga sampai 11 dari orang terdekat korban. Nah baru menetapkan 17 tersangka itu intinya panitia," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad kepada merdeka.com, Rabu (9/10).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, mereka kemudian ditahan. Zahwani belum merinci terkait peran masing-masing tersangka, maupun kronologis kejadian.

Para tersangka dijerat pasal berbeda. Polisi menggunakan Pasal 170 dan atau 351, serta Pasal 359 dan atau 360 KUHP.

Berikut inisial para tersangka:

1. FD (19)

2. KP (20)

3. RA (20)

4. AR (21)

5. Hu (19)

6. HM (19)

7. ES (21)

8. ZB (19)

9. SC (19)

10. AP (19)

11. ZR (24)

12. FA (22)

13. BY (22)

14. BR (21)

15. KD (20)

16. KS (20)

17. SD (21).

1 dari 1 halaman

Pihak Kampus Bekukan UKM Cakrawala

Dekan Fisip Universitas Lampung Syarif Makhya membekukan sementara unit kegiatan mahasiswa (UKM) Cakrawala.

"Pembekuan UKM Cakrawala itu hingga batas waktu yang tidak ditentukan dan sebagai bentuk pembelajaran bagai UKM lainnya," kata Syarif Makhya di Bandarlampung.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan draf pembekuan UKM Cakrawala sementara dalam rangka memberikan sanksi institusional.

Untuk sanksi akademik, lanjut dia, pihak dekanat akan menelusuri sampai sejauh mana keterlibatan panitia ataupun senior pada kegiatan diksar tersebut hingga menyebabkan jatuh korban jiwa.

"Pihak kami sendiri sedang proses pencarian fakta dan apabila ditemukan kekerasan pada korban sesuai apa kata rektor sanksi bagi mahasiswa itu adalah D.O," tegas dia.

Sementara itu, juru bicara Aliansi Mahasiswa Fisip Peduli, Ade Feri Anggriawan meminta pihak dekanat untuk merumuskan kembali regulasi yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa yang sifatnya pengkaderan.

"Hal ini tentunya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kami juga mendesak pihak dekanat untuk kooperatif selama proses hukum berjalan," kata dia.

Ia juga menegaskan agar semua pihak yang terlibat dalam peristiwa itu ditindak sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku serta mendorong kepolisian untuk menegakkan hukum dengan adil lalu kampus harus turut bertanggung-jawab atas kejadian ini. (mdk/cob)

Baca juga:
Perempuan Tewas Tanpa Busana di Karawang Bekerja Sebagai SPG Rokok
Hendak Bersihkan Kali Ciliwung, Petugas Kebersihan Temukan Mayat Bayi
Wanita Muda Tanpa Busana Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Karawang
Diduga jadi Korban Pembunuhan, Warga Kalideres Ditemukan Tewas di Depok
Pria Jakarta Ditemukan Tewas Di Bali, Diduga Bunuh Diri Minum Racun
Sedang Mencari Barang Bekas, Warga Babel Temukan Kerangka Manusia Tanpa Kepala