19 Bandara Angkasa Pura II Catatkan Lonjakan Capai 110.530 Penumpang

19 Bandara Angkasa Pura II Catatkan Lonjakan Capai 110.530 Penumpang
PERISTIWA » BANYUWANGI | 29 Oktober 2020 20:14 Reporter : Kirom

Merdeka.com - PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta mengklaim, adanya lonjakan jumlah penumpang pesawat pada 19 Bandara yang dikelola. Lonjakan tersebut, terjadi pada Rabu (28/100) kemarin.

"Lalu lintas penerbangan di bandara-bandara PT Angkasa Pura II pada 28 Oktober 2020 mencetak rekor harian tertinggi di tengah pandemi. Pada tanggal tersebut jumlah penumpang pesawat di 19 bandara perseroan tercatat 110.530 orang dengan 1.069 penerbangan, atau melebihi catatan tertinggi sebelumnya pada 23 Agustus 2020 yakni sekitar 95.000 orang penumpang pesawat dengan 1.045 penerbangan," ungkap Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Bandara Soetta, Muhamad Awaludin, Kamis (29/10).

Dia menyebutkan, khusus di Bandara Soekarno-Hatta jumlah penumpang pada (28/10) kemarin, mencapai 64.021 orang dengan 644 penerbangan yang merupakan data tertinggi bagi Bandara Soetta, selama masa Pandemi.

Dia mengklaim, lalu lintas penerbangan pada 28 Oktober kemarin, berjalan dengan baik sesuai protokol kesehatan yang diterapkan seluruh pengelola dan stakeholder di 19 bandara.

"Penerbangan berjalan lancar, pelayanan sesuai standar, dan protokol kesehatan tetap berjalan baik di bandara-bandara PT Angkasa Pura II, di tengah ramainya penumpang pesawat pada (28/10) yang merupakan hari pertama periode libur panjang (28/10 – 1/11/2020)," jelas Awaluddin.

Dengan tingginya jumlah penumpang pesawat lanjut Awaludin, menandakan bahwa masyarakat tidak ragu untuk naik pesawat di tengah pandemi. Hal ini karena PT Angkasa Pura II dan stakeholder berkolaborasi penuh menerapkan protokol kesehatan yang salah satunya diimplementasikan melalui konsep Biosafety dan Biosecurity Management.

"Ini mengindikasikan kepercayaan masyarakat sudah membaik, khususnya di bandara-bandara PT Angkasa Pura II sejalan dengan protokol kesehatan yang dijalankan ketat dan disiplin," ujar Awaluddin.

Di sisi lain, kelancaran operasional bandara dan penerbangan di saat ramainya penumpang juga mengindikasikan kesiapan PT Angkasa Pura II dan maskapai dalam menyiapkan suplai ketika permintaan tumbuh.

Selain itu, lanjut Awaludin, salah satu faktor pendorong tingginya jumlah penumpang pada (28/10) adalah stimulis passenger service charge (PSC) yang diberikan pemerintah di 5 bandara PT Angkasa Pura II.

Melalui stimulus tersebut, penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Silangit, Kualanamu, dan Banyuwangi, tidak perlu membayar PSC sehingga harga tiket pesawat dapat lebih murah.

Adapun jumlah penumpang di 5 bandara tersebut pada 28 Oktober adalah 79.938 orang, atau mencapai sekitar 72,32 persen dari total penumpang 19 bandara.

"Stimulus PSC bagi 5 bandara tersebut sangat tepat, karena jumlah penumpang di bandara-bandara itu mencapai 72,32 persen dari 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas adanya stimulus PSC ini," terang Awaluddin. (mdk/eko)

Baca juga:
Terminal Kalideres Masih Sepi Penumpang di Hari Kedua Libur Panjang
Jalur Menuju Puncak Masih Padat
Libur Panjang, Sejumlah Kendaraan Antre Masuk Kawasan Ancol
Libur Panjang di Masa PSBB Transisi, Kawasan Kota Tua Mulai Dipenuhi Wisatawan
Cegah Lonjakan Kasus Covid, Menhub Sidak Protokol Kesehatan di Stasiun dan Terminal
Libur Panjang, Kawasan Menuju Puncak Macet

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami