Hot Issue

2 Kali Rizieq Syihab Tersandung Kasus Kerumunan

2 Kali Rizieq Syihab Tersandung Kasus Kerumunan
PERISTIWA | 24 Desember 2020 07:54 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Markaz Syariah di Pondok Pesantren Alam Agrokultural DPP Front Pembela Islam (FPI) di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11) lalu, memasuki babak baru.

Setelah melakukan penyidikan hampir satu bulan, polisi menetapkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus kerumunan dalam kegiatan dipimpinnya tersebut.

Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan Rizieq Syihab itu diketahui dihadiri ribuan jemaah. Para jemaah yang hadir dari pelbagai daerah itu menyebabkan Pondok Pesantren Alam Agrokultural membudlak hingga menyebabkan kemacetan di kawasan Megamendung.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi menuturkan bahwa Rizieq Syihab saat ini masih menjadi tersangka tunggal lantaran kegiatan tersebut tak memiliki susunan kepanitiaan. Menurut Andi, status tersangka sudah disematkan Rizieq Syihab pada saat kasus kerumunan di Megamendung masih ditangani penyidik Polda Jabar.

"Jadi dalam kasus kerumunan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Megamendung yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jawa Barat," kata Andi kepada wartawan usai mendatangi Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (23/12).

Rizieq Syihab disangkakan melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Pasal 216 KUHP.

Sebelum menyandang status tersangka, Rizieq Syihab menolak dua kali diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Dalam pemanggilan kedua oleh kepolisian, Rizieq Syihab beralasan tak bisa memberikan kesaksian kasus kerumunan di Megamendung lantaran ingin fokus menghadapi kasus kerumunan di Jakarta. Dalam kasus yang di Jakarta, Rizieq sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, untuk kepentingan penyidikan.

Bareskrim Polri menyatakan bakal menangani dua perkara yang telah menyeret Rizieq Syihab sebagai tersangka secara terpisah. Kedua perkara tersebut yaitu kasus di Petamburan dan Megamendung.

Menurut Andi, walau kasus Petamburan dan Megamendung telah diambil alih Bareskrim Polri, namun proses berkas perkara akan tetap dilakukan secara terpisah. Karena antara kejadian perkara Habib Rizieq di Megamendung dan Petamburan, terkait berkas perkaranya terpisah berdasarkan locus delicti (tempat terjadinya tindak pidana) dan juga tempus delicti (waktu terjadinya tindak pidana).

"Yang tangani penyidikannya semua di Bareskrim, tetapi berkas perkara tetap terpisah berdasarkan locus dan tempus peristiwa," kata Andi saat dikonfirmasi merdeka.com pada Rabu (23/12).

Sementara, Andi menjelaskan bila terkait opsi penggabungan perkara semuanya tergantung nanti petunjuk dari jaksa. "Kalau yang dimaksud, penggabungan perkara menurut Pasal 141 KUHAP, tentu penyidik menunggu petunjuk jaksa," sebutnya.

Dihubungi secara terpisah, kuasa hukum Rizieq Syihab, Alamsyah Hanafiah menilai seharusnya polisi dalam menangani perkara yang menjerat kliennya secepatnya dijadikan satu berkas, antara berkas perkara kasus Megamendung dan Petamburan.

"Sesuai ketentuan pasal 63, pasal 64, pasal 65 KUHP. Karena peristiwanya sama, kasusnya sama dikatakan perbuatan berlanjut. Maka dijadikan satu berkas kasusnya, diambil pasal terberat di antara pasal yang disangkakan," kata Alamsyah saat dihubungi merdeka.com Rabu (23/12).

Atas hal itu, ia melihat dua perkara yang menjerat Rizieq Syihab seharusnya tidak bisa splitsing (pecah perkara) seharusnya jadi satu berkas. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar Mabes Polri yang saat ini telah mengambil alih kasus Megamendung dan Petamburan sebaiknya dua perkara tersebut digabungkan.

Baca Selanjutnya: Kegiatan Rizieq Syihab Melanggar Undang-undang...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami