2 Minggu Berlalu, Investigasi Dugaan Pungli SDN 02 di Tangsel Belum Jelas

PERISTIWA | 30 Juli 2019 15:21 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Rumini (44), guru honorer SDN 02 Pondok Pucung, Kota Tangerang Selatan, masih menunggu hasil investigasi tim pemeriksaan khusus (riksus) Pemerintah Kota Tangerang Selatan, terkait kasus dugaan pungli dan pemecatannya.

Rumini berharap Pemkot Tangsel bersedia terbuka dan transparan perihal hasil investigasi tim yang dilakukan selama 2 minggu.

"Belum tahu, justru saya masih menunggu-nunggu hasil tim investigasinya inspektorat," kata dia, Selasa (30/7/2019).

Menurut Rumini, Pemkot Tangsel juga harus memberikan sanksi tegas terhadap jajarannya jika terbukti melakukan pungutan liar.

"Ini harusnya segera diselesaikan, jangan dibuat mengambang tidak jelas. Kalau benar sekolah bisa segera memperbaiki. Sangat disayangkan SDN 02 itu sekolah rujukan nasional tapi terjadi seperti itu (pungli)," kata dia.

Sementara Peneliti Tangerang Transparency Public Watch (TRUTH), Suhendar menuding Pemkot Tangsel tidak memiliki kesungguhan serius dalam menyelesaikan kasus dugaan pungli di SD negeri.

"Ibu Wali Kota dan jajarannya tidak mempunyai komitmen untuk membenahi pendidikan, khususnya praktik pungli di dalamnya. Karena membiarkan kasus itu mengendap sama saja membiarkan pungli terjadi, dan membiarkan pungli terjadi itu sama saja dengan menghambat masyarakat mengakses pendidikan," kata Suhendar.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pemkot Tangsel Uus Kusnadi belum memberikan jawaban terkait hasil pemeriksaan yang dilakukan. Dihubungi melalui sambungan telepon dan WhatsApp tidak dijawab.

Baca juga:
Muncul Petisi Dukungan untuk Guru Honorer Rumini yang Dipecat Karena Bongkar Pungli
Wali Kota Tangsel Bantah Perintahkan Penyelesaian Kekeluargaan Guru Honorer Dipecat
Kasus Pungli SDN 02, Guru Honorer Rumini Sebut Investigasi Pemkot Tangsel Tidak Fair
Guru Honorer di Tangsel Laporkan Dugaan Pungli SDN 02 ke Polisi
Guru Honorer di Tangsel Tak Akan Menyerah Bongkar Dugaan Pungli di Sekolah
Kasus Pungli, Pengurus Komite Sekolah SDN 02 di Tangsel Bukan Wali Murid

(mdk/cob)