2 Nakes Jatuh ke Jurang Saat Teror KST, IDI Papua Bilang 'Harusnya Mereka Dilindungi'

2 Nakes Jatuh ke Jurang Saat Teror KST, IDI Papua Bilang 'Harusnya Mereka Dilindungi'
Nakes Dievakuasi dari Jurang. Antara
NEWS | 16 September 2021 18:12 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Papua, dr. Donald Arrongear, prihatin dengan kasus kekerasan yang dialami tenaga kesehatan di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Seperti diketahui, dua orang tenaga kesehatan terjatuh ke jurang saat berusaha menyelamatkan diri ketika Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan teror.

"Kami sangat prihatin terhadap kekerasan yang dialami nakes karena seharusnya mereka dilindungi oleh berbagai pihak," kata Dr. Arrongear di Jayapura. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (16/9).

Menurut dia, seharusnya petugas kesehatan dan guru mendapat perlindungan agar terhindar dari gangguan kelompok-kelompok berbahaya. Sebab keberadaan mereka murni ingin melayani masyarakat.

Sesuai Konvensi Jenewa 1949, katanya, nakes harus dilindungi. Tetapi yang terjadi di Kiwirok malah sebaliknya di mana nakes menjadi korban..

"Kami berharap Pemda dan aparat keamanan membantu memberikan keamanan kepada petugas kesehatan yang bertugas di daerah," ujar dr. Donald Arrongear.

Lima orang nakes terluka, termasuk seorang meninggal setelah terjatuh ke jurang saat terjadi baku tembak dengan aparat keamanan dengan KKB di Kiwirok, Senin (13/9).

KKB juga melakukan teror dengan membakar fasilitas umum dan menganiaya nakes.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, secara terpisah mengatakan saat ini satu nakes belum diketahui nasibnya yakni Gabriel Sokoy.

Aparat keamanan dan warga sudah berupaya melakukan pencarian. Namun belum ditemukan, kata AKBP Cahyo. (mdk/lia)

Baca juga:
Kemenkes Minta Pemda Jamin Keselamatan Nakes di Pegunungan Bintang Papua
2 Nakes Jatuh ke Jurang Usai Teror KST di Kiwirok Dievakuasi, 1 Ditemukan Meninggal
TNI: Pos Gabungan Ditempatkan di Kampung-Kampung Usai Penyerangan KNPB di Maybrat
Rentetan Aksi KKB Dinilai Manfaatkan Gelaran PON Demi Cari Perhatian Internasional
Dandim Yahukimo Tegaskan Tidak Ada Prajurit Meninggal dalam Kontak Senjata di Kiwirok
BNPT Waspadai Aksi Teror KKB di PON Papua: Kita Tidak Ingin Dipermalukan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami