2 Pedagang Ikan Keliling di Yogya Positif Terinfeksi Covid-19

2 Pedagang Ikan Keliling di Yogya Positif Terinfeksi Covid-19
PERISTIWA | 4 Juni 2020 19:34 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Dua orang pedagang ikan keliling asal Kabupaten Gunungkidul, DIY dinyatakan positif virus Corona. Kedua pedagang ikan keliling ini dinyatakan positif virus Corona pada 30 Mei 2020 yang lalu.

Berdasarkan data dari Pemda DIY, dua pedagang ikan keliling ini dinyatakan sebagai pasien dengan nomor kasus 234 dan 235. Dari pengakuan, kedua pedagang ikan keliling ini sempat datang ke sejumlah pasar di DIY seperti Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta dan Pasar Colombo, Sleman.

Pemkot Yogyakarta pun kemudian melanjutkan temuan tersebut dengan menggelar rapid test di Pasar Kranggan. Rapid test ini menyasar ke 39 orang pedagang daging ikan di los Pasar Kranggan.

"Kasus (pasar) Kranggan kemarin los pasar ikan ada di luar acara rapid tes (massal). Kita mentracing 39 pedagang di Kranggan terkait penjual ikan tersebut," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Kamis (4/6).

Heroe menuturkan dari hasil rapid test pada 39 pedagang ikan di Pasar Kranggan diketahui ada satu yang hasilnya reaktif. Satu pedagang dengan hasil reaktif ini diketahui adalah warga Kabupaten Sleman.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo membenarkan adanya satu warga Kabupaten Sleman yang hasil rapid testnya reaktif. Dari hasil rapid test itu, Dinkes Sleman pun melakukan tes swab pada Rabu (3/6) sebagai tindak lanjut.

"Yang bersangkutan tanggal 3 Juni sudah dilakukan uji swab. Namun, belum keluar hasilnya. Saat ini masih menjalani karantina di asrama haji menunggu swab kedua dan hasilnya. Dia laki-laki 60 tahun warga Kecamatan Mlati," papar Joko.

Joko menuturkan dari hasil penelusuran diketahui kedua pedagang ikan keliling yang dinyatakan positif virus Corona itu juga sempat mampir ke Pasar Colombo Sleman. Nantinya, lanjut Joko, Dinkes Sleman akan melakukan rapid test di Pasar Colombo sebagai bagian dari tracing. Rapid test direncanakan akan digelar 9 Juni 2020 mendatang.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menyebut dua pedagang ikan keliling asal Gunungkidul yang dinyatakan positif corona saat ini telah menjalani isolasi. Isolasi dilakukan di shelter Wanagama.

Dewi menambahkan pihak Dinkes Gunungkidul juga melakukan tracing kepada kontak erat kedua pedagang ikan keliling tersebut. Dari hasil tracing, lanjut Dewi diketahui ada 271 orang yang pernah kontak dengan kedua pedagang ikan keliling itu.

"Ada 271 yang ditracing dan diperiksa RDT-nya. Hasil 9 reaktif. Yang pernah kontak atau satu area dengan kasus positif," jelas Dewi. (mdk/rhm)

Baca juga:
Hari Ini, 44 Kasus Baru Positif Covid-19 Terdeteksi di Sumut
Tiga Hari Berturut-turut, DIY Tak Ada Penambahan Kasus Positif Corona
10 Provinsi Tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19 Hari Ini
Takut Lihat Hasil Rapid Test Reaktif, Pasutri Ini Kabur dari Rumah Sakit
Kasus Covid-19 di Denpasar Kembali Meningkat, 11 Orang Positif dalam Sehari
BRI Pastikan Tak Akan PHK Maupun Tutup Kantor Cabang Akibat Corona dan Digitalisasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami