Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Pelaku Pencabulan Anak di Musi Banyuasin Ditangkap Polisi

2 Pelaku Pencabulan Anak di Musi Banyuasin Ditangkap Polisi Kedua pelaku di Mapolres Musi Banyuasin. ©2021 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menangkap dua tersangka pelaku pencabulan terhadap anak-anak. Pria berisial SL (22) dan TP (22) terancam 15 tahun penjara.

Pelaku SL diduga melakukan pencabulan terhadap anak tetangganya, IFM (12), di salah satu desa di Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Jumat (9/7). Pelaku memanggil korban yang sedang bermain di depan rumah untuk menemuinya.

Begitu korban masuk, pelaku mengajak menonton video porno dan terjadilah pencabulan.

Dua bulan kemudian, korban dibawa keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Sebelumnya dia takut dengan ancaman pelaku untuk tidak memberi tahu orang lain, karena ditakut-takuti akan ikut ditangkap polisi.

Setelah dilaporkan, tersangka membawa istri dan dua anaknya kabur ke Bangka Belitung. Tiga bulan buron, pelaku diamankan petugas tanpa perlawanan.

Kenalan di Facebook

Polres Musi Banyuasin juga meringkus pemuda inisial TP atas tuduhan yang sama. Pelaku mencabuli korban, BM (12), dengan iming-iming diajak jalan-jalan dan menikahi.

Keduanya berkenalan melalui Facebook dan sepakat bertemu Jumat (19/11). Lantas korban pergi bersama pelaku tanpa pamit kepada keluarganya.

Sikap korban yang nekat dimanfaatkan pelaku memperdayainya. Pelaku menghentikan laju motornya di sebuah pondok kosong pinggir jalan di Kecamatan Sungai Lilin dan pencabulan terjadi dengan janji pelaku akan bertanggung jawab.

Pelaku diamankan polisi setelah korban melapor. Korban merasa tertipu dengan janji manisnya untuk menikahi.

Orang Tua Diimbau Awasi Pergaulan Anak

Kasatreskrim Polres Musi Banyuasin AKP Ali Rojikin mengungkapkan, perbuatan kedua tersangka disertai dengan ancaman dan iming-iming kepada korban masing-masing. Ironisnya, para korban yang masih di bawah umur mudah terpengaruh sehingga niat pelaku dengan mudah terjadi.

"Hari ini kami rilis ungkap kasus pencabulan anak di bawah umur, ada yang diancam sama-sama akan ditangkap polisi kalau mengadu dan ada diimingi dinikahi. Itu adalah modus para tersangka," ungkap Ali, Jumat (24/12).

Kedua tersangka dikenakan Pasal 81 ayat (2) juncto Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal itu disebutkan ancamannya berupa kurungan penjara paling singkat lima tahun dan maksimal 15 tahun serta denda Rp5 miliar.

"Kami mengimbau orang tua lebih mengawasi anak-anaknya dari pergaulan dan lingkungan sekitar agar kejahatan itu tidak menimpa keluarga kita," pungkasnya.

Baca juga:Modus Pengobatan Pijat, Bekas Ketua RT di Bekasi Cabuli Ibu dan Dua Anak2 Pemerkosa Remaja 15 Tahun di Aceh Diantar Keluarga Menyerahkan Diri ke PolisiCabuli Anak Perempuan, Kakek 70 Tahun di Aceh Utara Ditangkap PolisiRemaja 15 Tahun Cabuli 9 Bocah di CengkarengKasus Video Mesum di Buleleng, 4 Pemeran Laki-Laki Jadi Tersangka

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
4 Orang Sekeluarga di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah
4 Orang Sekeluarga di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah

Warga yang penasaran masuk ke rumah dan menemukan satu mayat. Warga akhirnya melapor ke polisi dan ditemukan tiga mayat lagi di rumah tersebut.

Baca Selengkapnya
Polisi TetapkanTersangka Ibu Kandung Bunuh Anaknya Usia 5 Tahun Ditusuk 20 Kali di Bekasi
Polisi TetapkanTersangka Ibu Kandung Bunuh Anaknya Usia 5 Tahun Ditusuk 20 Kali di Bekasi

Tragis pelaku beraksi saat anaknya tengah tertidur pulas

Baca Selengkapnya
Bunuh 4 Orang Sekeluarga di Musi Banyuasin, Pelaku Terus Teringat Wajah Para Korban
Bunuh 4 Orang Sekeluarga di Musi Banyuasin, Pelaku Terus Teringat Wajah Para Korban

Polisi menggelar reka ulang pembunuhan empat orang dalam satu keluarga di Musi Banyuasin. Tersangka EE (48) nekat melakukan perbuatan itu karena masalah bisnis.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Saat Polisi Terduga Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Surabaya Menangis ke Nenek Korban agar Cabut Laporan
Saat Polisi Terduga Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Surabaya Menangis ke Nenek Korban agar Cabut Laporan

Polisi yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak tiri disebut sempat meminta pada pelapor untuk mencabut laporannya.

Baca Selengkapnya
4 Sekeluarga Tewas di Musi Banyuasin Diduga Korban Perampokan, Ini Analisis Polisi
4 Sekeluarga Tewas di Musi Banyuasin Diduga Korban Perampokan, Ini Analisis Polisi

4 Sekeluarga Tewas di Musi Banyuasin Diduga Korban Perampokan, Polisi Temukan Petunjuk

Baca Selengkapnya
Bayi di Panti Asuhan Semarang Diduga Meninggal Tak Wajar Hingga Makamnya Kembali Dibongkar
Bayi di Panti Asuhan Semarang Diduga Meninggal Tak Wajar Hingga Makamnya Kembali Dibongkar

Kompol Andika menuturkan bahwa penyidik sudah meminta keterangan dua orang saksi.

Baca Selengkapnya
Perwira Polisi Ini Perintahkan Anak Buah Bantu Sekolah Dasar Bangun Sarana Prasarana
Perwira Polisi Ini Perintahkan Anak Buah Bantu Sekolah Dasar Bangun Sarana Prasarana

Sarana dan prasarana dibangun untuk menunjang pendidikan dan kesehatan

Baca Selengkapnya
Tujuh Pelaku Tawuran di Bekasi Ditangkap Polisi, Satu Masih di Bawah Umur
Tujuh Pelaku Tawuran di Bekasi Ditangkap Polisi, Satu Masih di Bawah Umur

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Narogong Kelurahan Bojong Menteng Kecamatan Bekasi Timur, pada Sabtu (9/3) subuh.

Baca Selengkapnya
Perkara 8 Siswa Binus School Serpong Pelaku Perundungan Segara Dilimpahkan ke Kejaksaan
Perkara 8 Siswa Binus School Serpong Pelaku Perundungan Segara Dilimpahkan ke Kejaksaan

Lantaran upaya diversi yang dilakukan pihak Kepolisian tidak menemui kesepakatan antara korban dengan 8 anak berhadapan hukum (ABH).

Baca Selengkapnya