2 Penambang Batu di Pagaralam Tewas Tertimbun Longsor

PERISTIWA | 14 Agustus 2019 11:50 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Tertimbun longsor, dua penambang batu tewas. Korban bermaksud menjual batu itu untuk pembangunan pondok pesantren.

Kedua korban adalah Dedi Hariady (36) dan Miky (28). Sedangkan korban selamat adalah Merlan (36) dan Tedi (40). Semuanya warga Desa Kerinjing, Kecamatan Dempo Utara, Pagaralam, Sumatera Selatan.

Peristiwa itu terjadi saat para korban tengah menambang batu tak jauh dari kampungnya, Selasa (13/8) pukul 12.30 Wib. Tiba-tiba, tanah bergerak dan dengan cepat terjadi longsor.

Korban Dedi dan Miky tertimbun longsor cukup dalam, Merlan tertimbun sampai lehernya, dia sempat kritis namun akhirnya cepat siuman. Sementara Tedi berada di pinggir longsoran sehingga material tak mengenai dirinya.

Kepala Pos SAR Pagaralam, Dayu Willy mengungkapkan, evakuasi para korban cukup sulit lantaran warga hanya menggunakan alat seadanya. Semuanya bisa diangkat dua jam setelah tertimbun.

"Dua penambang batu tewas karena kejadian itu. Mereka ditemukan di lobang galian cukup dalam," ungkap Dayu, Rabu (14/8).

Dari penuturan korban selamat, mereka menambang baru untuk dijual ke panitia pembangunan pondok pesantren di kampungnya. Polisi telah memasang police line untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Memang para korban penambang pasir dan koral. Tadinya mau dijual untuk pembangunan pesantren," katanya.

(mdk/rhm)