2 Pendaftar PPDB di Jateng Ketahuan Palsukan Surat Domisili

PERISTIWA | 10 Juli 2019 15:04 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Sebanyak 446 Surat Keterangan Domisili (SKD) dinyatakan tidak valid selama proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, dua siswa dicoret sebagai pendaftar PPDB lantaran menggunakan SKD palsu.

"Terhadap mereka (yang SKD tidak valid) langsung kita coret. Ya itu, calon siswa yang mendaftar menggunakan SKD palsu, langsung kita coret," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai menghadiri HUT Bayangkara di Simpang Lima, Semarang, Rabu (10/7).

SKD dari dua siswa tersebut diketahui palsu di ambang waktu pengumuman. Salah satunya siswa dari Kendal. Terbongkarnya SKD palsu itu berkat pengakuan salah satu warga yang dipaksa membuat kesaksian palsu oleh orang tua siswa.

"Jadi sebelum menyertakan SKD saat pendaftaran, orang tua ini telah mengondisikan warga setempat agar memberi kesaksian bahwa si A benar-benar tinggal di daerah yang dimaksud dalam SKD," ujarnya.

Meski didiskualifikasi, nama kedua siswa tersebut bakal tetap tercantum dalam daftar siswa yang diterima. Pihak sekolah pun, kata Ganjar telah memanggil yang bersangkutan dan mengakui perbuatannya.

"Meski namanya bakal ada, tapi kami sudah mem-blacklist namanya. Orang tuanya sudah kami panggil dan telah membuat surat pernyataan," tuturnya.

Hasil akhir PPDB Online SMAN di Jawa Tengah diumumkan Selasa (9/7) pukul 00.00. Total pendaftar 123.645 dari daya tampung 115.908. Namun yang terisi sebanyak 111.215 dan menyisakan kursi kosong sebanyak 4.693.

"Kursi kosong ya sudah kita biarkan. Karen memang tidak ada pendaftar. Kebanyakan, sekolah yang kursinya kosong itu berada di daerah pinggiran, semuanya di daerah kabupaten tidak ada yang di kota," tutup Ganjar.

Baca juga:
Karut-Marut PPDB, Daftar SMA Semarang 'Terlempar' ke Wonogiri
PPDB di Bekasi Sisakan 648 Bangku Kosong
Wali Kota Tangsel Bantah Perintahkan Penyelesaian Kekeluargaan Guru Honorer Dipecat
Banyak Siswa Terlempar Keluar Daerah, FX Rudy Minta Ganjar Evaluasi Sistem Zonasi
Di SMPN 1 Klaten, Pendaftar PPDB Diwajibkan Bawa Sampah Botol Air Mineral
PPDB di Solo, Tak Tampak Kepadatan Pendaftaran di Beberapa SMA

(mdk/cob)