2 Siswa Purworejo di-DO Usai Ikut Demo, KPAI Diminta Turun Tangan

PERISTIWA | 30 September 2019 20:32 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyesalkan dua siswa SMK di Purworejo dikeluarkan dari sekolah terkait ikut aksi demo mahasiswa di Magelang, Kamis (26/9). Dia meminta KPAI turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Jadi ada beberapa siswa rela datang ke Magelang untuk aksi. Saya pastikan, mereka datang itu diundang. Kasihan itu siswa tidak tahu apa-apa jadi korban," kata Ganjar Pranowo, Senin (30/9).

Aksi demontrasi yang mendatangkan siswa, kata Ganjar, ada yang mengajak untuk berbuat jahat yang berujung anarki di Magelang.

"Saya pastikan ada yang skenario siswa itu. Skenario itu diciptakan untuk mengajak tawuran," jelasnya.

Ia berharap, agar pembinaan bisa dilakukan pada siswa-siswa tersebut sehingga tidak sampai dikeluarkan dari sekolah. Menurutnya para pelajar itu berangkat untuk unjuk rasa tanpa memahami apa yang mereka protes.

"KPAI harus turun tangan, kalau bisa bina saja, orangtuanya dikasih tahu. Mereka tidak tahu apa yang diprotes, kasihan," tutupnya.

Seperti diketahui, siswa berinisial ATS (17) dan MAH (17) mulai hari ini dikeluarkan dari sekolahnya di Purworejo. Dua anak itu ikut diamankan oleh polisi di Magelang saat ada razia berkaitan demo hari Kamis (26/9) lalu. Mereka disebut terbukti membawa senjata tajam.

Baca juga:
Melintasi Lokasi Demo DPR, Mobil Polisi Diamuk Massa
Pelajar di Yogyakarta Tertib Ikut Aksi Demonstrasi #GejayanMemanggil
Puluhan Kendaraan di Jalan Tol Terjebak Bentrokan
Demo Penolakan RUU di Bandung Berakhir Ricuh Lagi
Massa Pendemo Berkumpul di Jl Palmerah, Terdengar Dua Kali Tembakan Gas Air Mata
6 Mobil Taktis dan Puluhan Polisi Bermotor Pukul Mundur Massa di Tol Dalam Kota

(mdk/ded)