2 Spesialias Curanmor di Ogan Ilir Ditangkap Usai Kejar-kejaran dengan Polisi

2 Spesialias Curanmor di Ogan Ilir Ditangkap Usai Kejar-kejaran dengan Polisi
PERISTIWA | 10 Juli 2020 02:01 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditangkap polisi setelah terjadi kejar-kejaran menggunakan mobil. Petugas masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap pelaku lain termasuk penadahnya.

Kedua pelaku adalah Dedy Setiawan (24) dan Topik (30) yang semuanya warga Desa Sungai Gerong, Banyuasin I, Banyuasin, Sumatera Selatan. Mereka melakukan curanmor Honda Beat di parkiran Indomaret Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir, Selasa (7/7) malam.

Dari rekaman CCTV, polisi mulai melakukan penyelidikan. Petugas mendapati mobil jenis Nissan Livina yang dikendarai kawanan pelaku di Jalan Lintas Timur, Simpang Nilakandi Pemulutan, Ogan Ilir, Rabu (8/7) siang.

Petugas membuntuti mobil namun melarikan diri ke arah Tanjung Raja. Terjadilah kejar-kejaran antara polisi dan pelaku.

Di sekitar pasar Tanjung Raja, mobil yang dikendarai pelaku menabrak mobil polisi. Saat dilakukan penangkapan, pelaku justru kembali kabur sehingga diberikan tembakan peringatan ke atas dan ban.

Mobil itu melaju ke arah Kayuagung dan kembali memutar ke arah Tanjung Taja. Petugas melakukan penutupan jalan namun diterobos pelaku. Akhirnya mobil itu dapat dihentikan di Jalan Lintas Timur, Desa Sungai Pinang, Ogan Ilir.

1 dari 1 halaman

Kasatreskrim Polres Ogan Ilir AKP Roby Sugara mengungkapkan, kedua tersangka telah empat kali beraksi di wilayah itu. Setiap aksinya, mereka selalu menggunakan mobil itu agar tidak dicurigai.

"Kedua tersangka ditangkap usai kejar-kejaran, mereka berusaha kabur. Mereka mengakui beberapa kali beraksi," ungkap Roby, Kamis (9/7).

Saat ini, kata dia, penyidik masih mengembangkan kasus ini untuk mengejar kawanannya dan penadah. Sejauh ini barang bukti yang diamankan satu unit mobil, empat bilah senjata tajam, sebutir pil ekstaso, dan kunci letter T. Keduanya dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan diancam pidana penjara paling lama lima tahun.

"Kami masih kembangkan untuk ungkap aksi di TKP lain, termasuk juga komplotannya dan tempat menjual hasil curian," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Curi 46 Motor, Dua Pelaku Curanmor di Depok Ditangkap Polisi
Napi Asimilasi di Samarinda Curi dan Jual 22 Motor
Pura-Pura Pinjam, Seorang Petani di Musi Rawas Bawa Kabur Motor Tetangga
Kena PHK Akibat Covid-19, Suami Ajak Istri Jadi Maling Motor
Melawan Saat Ditangkap, Residivis Curanmor di Palembang Ditembak Polisi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami