2 Tas Berisi Bantal Hingga Peci Bikin Heboh Warga Bantul

PERISTIWA | 19 Oktober 2019 02:31 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Dua tas misterius ditemukan di Kedung, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Jumat (18/10). Kepolisian menerjunkan Tim Gegana Brimob Polda DIY untuk mengecek isi tas misterius diletakkan tak jauh dari Lapas Pajangan ini.

Tim Gegana dengan menggunakan baju penjinak bom sempat membawa tas misterius ini ke sebuah lahan kosong tak jauh dari lokasi penemuan. Usai melakukan pemeriksaan selama lebih kurang dua jam, Tim Gegana pun memastikan bahwa isi tas misterius itu tak mengandung bahan peledak maupun berbahaya lainnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa tas misterius yang sempat menggegerkan warga ini ternyata berisi bantal, guling, buku, topi dan peci.

Kapolsek Pajangan, AKP Sri Basariah menjelaskan tas misterius itu awalnya dibawa oleh seorang pria dan wanita pada Kamis (17/10) kemarin. Kedua orang tersebut sempat bertemu dan berbincang dengan seorang pegawai pabrik.

"Dua orang ya, naik motor. Terus yang perempuan sempat ngobrol sama pegawai pabrik. Bilang kalau mau cari rumah di dekat LP. Tapi kemudian mereka buru-buru pamit. Mau takziah katanya. Sekaligus meninggalkan dua tas itu," ujar Basariah.

Basariah menambahkan, awalnya warga tak curiga dengan kedua buah tas tersebut. Warga, sambung Basariah, baru mulai curiga karena hingga siang tadi tas tersebut tak juga diambil oleh pemiliknya. Kemudian temuan tas ini pun dilaporkan ke pihak kepolisian.

Basariah menerangkan keanehan muncul paska dilaporkan, tas yang tadinya berada di dekat jalan mendadak berpindah ke tengah lahan kosong. Saat pihak kepolisian mencari tahu siapa yang memindah tas itu, tak ada warga yang tahu kapan tas tersebut berpindah lokasi.

"Anehnya, begitu kepolisian dan saksi tiba di lokasi, barang sudah berpindah ke tengah lahan kosong itu. Padahal tidak sampai satu jam, barang sudah pindah dan tidak ada yang tahu. Saya tanyakan, apakah ada yang datang dan memindahkan, tapi benar-benar tidak ada yang tahu," papar Basariah.

Basariah mengungkapkan sesuai dengan SOP, pihaknya pun kemudian menghubungi Tim Gegana Brimob Polda DIY. Tak lama berselang Tim Gegana pun datang dan melakukan pemeriksaan terhadap tas misterius itu.

"Kita tidak berpikir itu bom, atau apa, tidak. Tapi, kalau ada barang mencurigakan ya harus ditangani sesuai SOP, apapun bentuknya," jelas Basariah.

Basariah mengungkapkan dari hasil pemeriksaan Tim Gegana tak ditemukan barang berbahaya maupun mengandung dari dua tas misterius itu.

"Ya, (isinya) hanya bantal dan guling. Selain itu, ada kain, buku, pulpen, topi, peci. Barang-barang tersebut, terbagi ke dalam dua tas," pungkas Basariah.

Baca juga:
Warga Perumahan Lebak Indah Surabaya Digegerkan Penemuan Benda Diduga Granat
Soal Sanksi, IPB Tunggu Kepastian Hukum Dosen yang Ditangkap karena Molotov
IPB Tegaskan Aktivitas Dosen AB yang Ditangkap Polisi Tak Ada Kaitan Dengan Kampus
Polisi Periksa Dosen IPB Terkait Dugaan Kepemilikan Bahan Peledak
Kasus Bom Molotov Dosen IPB, Polisi Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah
Polisi Sebut Dosen IPB Diduga Simpan 28 Molotov untuk Dompleng Aksi Mujahid 212
Diduga Menyimpan Molotov, Rumah Dosen IPB Digeledah Polisi Berpakaian Preman

(mdk/gil)