Dua Tersangka Kredit Macet BRK Pangkalan Kerinci Segera Diadili

PERISTIWA | 4 Desember 2019 22:42 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Dua tersangka kasus korupsi kredit pemberian modal kerja di Bank Riau Kepri (BRK) Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan pada PT Dona Warisman Bersaudara (DWB) akan diadili.

Sebab berkas perkara dan para tersangka telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Riau. Mereka akan menjalankan sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Kedua tersangka adalah Faizal Syamri yang merupakan mantan Pimpinan Cabang BRK Pangkalan Kerinci, dan mantan Direktur PT DWB, Zurman. Kedua tersangka sudah ditahan di Rutan Klas II B Pekanbaru, Jalan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

Proses tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan, setelah berkas dari jaksa penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa peneliti.

"Penyidik Pidsus menyerahkan tahap II, tersangka FS dan Z dan barang bukti dari penyidik ke jaksa penuntut," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Rabu (4/12).

Selanjutnya JPU menyiapkan dakwaan untuk kedua tersangka. JPU berasal dari Kejati Riau dan Kejari Pelalawan sesuai locus delicti atau tempat terjadinya tindak pidana.

"Kami memprioritaskan pelimpahan perkara jenis secepat mungkin ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru," kata Muspidauan.

Penyimpangan pemberian kredit yang berakhir macet oleh BRK Cabang Pangkalan Kerinci kepada PT DWB pada 2017 lalu. Hasil audit BPKP Riau, tindakan itu merugikan negara Rp1,2 miliar.

Dari kerugian itu, tersangka sudah mengembalikan sebesar Rp38 juta. "Pengembalian langsung melalui Bank Riau Kepri," ungkap Muspidauan.

Dalam proses penyidikannya, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap aset milik tersangka Zurman yang tak lain adalah pihak yang menerima kucuran kredit dari BRK Pangkalan Kerinci.

Aset itu berupa sebidang tanah seluas 450 meter persegi dan bangunan rumah di atasnya, di Jalan Pepaya Gang Brimob Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan

Aset yang disita pada 13 September 2019 kemarin itu dilakukan berdasarkan izin penyitaan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan Nomor : 249/Pen.Pid/2019/PN.Plw tertanggal 9 September 2019. (mdk/cob)

Baca juga:
KPK Periksa GM Hyundai Engineering Construction Terkait Suap PLTU 2 Cirebon
Buron 11 Tahun, Koruptor Buku Ajar Dijebloskan ke Rutan Solo
Buron 5 Tahun, Eks Kepala BPN Surabaya Ditangkap di Banten
Korupsi Dana BPJS, Mantan Pejabat RSUD di Bandung Barat dan Anak Buah Dipenjara
Korupsi Dana Desa Rp 1,1 Miliar, Kades di Kulonprogo Ditahan
Koruptor-Koruptor yang Masa Hukumannya Dipotong Mahkamah Agung

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.