2 Warga Prabumulih Ditemukan Tewas Usai Dibantai 3 Orang Tak Dikenal

2 Warga Prabumulih Ditemukan Tewas Usai Dibantai 3 Orang Tak Dikenal
PERISTIWA | 19 Mei 2020 22:15 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Dua warga Prabumulih, Sumatera Selatan, Anang Gondrong (45) dan Junaidi (62) ditemukan tewas bersimbah darah di depan sebuah salon. Polisi masih memburu tiga pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Peristiwa itu terjadi saat kedua korban berboncengan sepeda motor, dikejar tiga pelaku yang membawa parang, Selasa (19/5) sore. Tiba di depan sebuah salon di Jalan Nias, Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur, Prabumulih, kedua korban diadang para pelaku.

Terjadilah perkelahian antar mereka. Lantaran kalah jumlah dan hanya dengan tangan kosong, kedua korban dibantai ketiga pelaku. Mereka tewas di tempat dengan banyak luka bacok.

Kasatreskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, kasus ini tengah diselidiki untuk mengungkap pelakunya.

"Motif sementara karena dendam, tapi masih diselidiki lagi. Kedua korban mengalami banyak luka," ungkap Abdul Rahman saat dihubungi merdeka.com, Selasa (19/5).

Rahman mengaku masih dalam perjalanan mengejar para pelaku. Dia berharap mereka segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Untuk jelasnya nanti saja karena saya masih di lapangan, kami lagi kejar ketiga pelaku," pungkasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Dendam Selalu Dipalak, Pria di Musi Rawas Bunuh Teman Sekantor
Tersinggung Dengar Wanita Hamil Muntah, Pria di Muratara Bunuh Tetangga
Dua Perempuan di Pakistan Dibunuh Ayah dan Kakak karena Unggah Video Dicium Pria
Cemburu, Pemuda Tusuk Leher Kekasihnya Saat akan Melepas Rindu
Desainer di Jember Ternyata Dibunuh Teman Dekat, Ini Kronologinya
Kronologi Lengkap 'Prank' Kotak Sepatu Isi Mayat Bayi, Sungguh Keterlaluan!

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami