20 Ribu Orang Ditargetkan Ikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka

20 Ribu Orang Ditargetkan Ikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 17 Juni 2021 07:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menghadirkan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. Sebanyak 20.000 mahasiswa ditargetkan akan mengikuti program yang bertujuan membuka ruang pertemuan untuk berjumpa, bercerita, dan berbagi.

"Kalian akan mendapatkan begitu banyak pengalaman yang berharga. Dari pertemuan dan perkenalan tersebut, kalian akan bersama-sama belajar menghargai perbedaan, dan merayakan keberagaman. Semua itu kalian lakukan sambil mengikuti perkuliahan," ujar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim seperti dikutip pada Kamis (17/4).

Nadiem mengimbau para mahasiswa untuk mendaftar program yang akan dibuka mulai tanggal 14 sampai dengan 27 Juni 2021 mendatang melalui laman Pertukaran Mahasiswa Merdeka https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021.

Nadiem melanjutkan, sebagaimana makna yang tertuang dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia kuat dan tangguh karena persatuan dalam keberagaman. Generasi muda yang akan menentukan masa depan bangsa, punya tugas menjaga kekuatan dan ketangguhan itu.

Dia juga berharap agar program ini dapat mendukung upaya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di perguruan tinggi. "Saya berharap kepada teman-teman yang mengikuti program ini dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di kampus yang menjadi tujuan pertukaran mahasiswa agar perkuliahan bisa berjalan dengan aman dan nyaman," pesan Nadiem.

Program ini, lanjut Nadiem, menjadi peluang bagi mahasiswa memperluas jaringan dengan puluhan ribu mahasiswa dari 288 perguruan tinggi yang sudah mendaftar. Kemudian, dengan berkuliah tatap muka terbatas di tempat tujuan, maka mahasiswa dapat mengeksplorasi keragaman daerah sekaligus berkuliah secara daring untuk mengikuti 5.000 mata kuliah yang ditawarkan ratusan perguruan tinggi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam mengatakan, melalui program ini para mahasiswa bisa merasakan belajar di universitas lain. Misalkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo bisa merasakan belajar di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

"Adik-adik akan mempunyai sahabat-sahabat baru, merasakan suasana perkuliahan yang baru, mempunyai keluarga baru, dan berkenalan dengan sahabat-sahabat, menciptakan persahabatan dari satu kota ke kota lain," ungkapnya.

Nizam juga menjelaskan, melalui Pertukaran Mahasiswa Merdeka, selain mahasiswa belajar perkuliahan mendapatkan sistem kredit semester (SKS) maksimal 20 SKS di perguruan tinggi mitra, juga akan mendapatkan program pengayaan yang disiapkan ribuan dosen yang berdedikasi penuh untuk membangun soft skills, kompetensi, dan semangat kebersamaan.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Yopi Makdori (mdk/yan)

Baca juga:
USU Jadi Klaster 1 Peringkat Perguruan Tinggi di Indonesia, Dapat Apresiasi Mendikbud
Kampus Ruang Diskusi, Pendidikan Militer Belum Urgensi
Sinyal Program Militer Masuk Kampus
Konsep Kampus Merdeka, Mahasiswa Bisa Magang Sampai Setahun di Industri
Kemendikbud Sosialisasikan Lima Peraturan soal Program Kampus Merdeka
Tak Wajibkan Konsep Kampus Merdeka, Kemendikbud Serahkan ke Pihak Universitas

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami