2.518 Napi di Sumut Dapat Remisi Natal, 76 Orang Bebas

2.518 Napi di Sumut Dapat Remisi Natal, 76 Orang Bebas
PERISTIWA | 24 Desember 2019 12:00 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Sebanyak 2.518 narapidana di Sumatera Utara (Sumut) menerima remisi Natal 2019. Dari jumlah itu, 76 orang akan langsung bebas pada 25 Desember besok.

"Warga binaan yang menerima remisi khusus ini terdiri dari 2.442 penerima RK I (remisi khusus I) dan 76 orang penerima RK II atau bebas," kata Humas ‎Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Josua Ginting, Selasa (24/12).

Narapidana penerima remisi mendapatkan pemotongan masa hukuman bervariasi. Potongannya berkisar 15 hari hingga 2 bulan. Rinciannya, penerima RK I yang menerima remisi 15 hari berjumlah 487 orang, 1 bulan sebanyak 1.663 orang, 1 bulan 15 hari 234 orang dan 2 bulan 58 orang.

Sementara penerima RK II yang menerima remisi 15 hari berjumlah 14 orang, 1 bulan 55 orang, 1 bulan 15 hari 5 orang dan 2 bulan 2 orang. Ke-76 narapidana ini akan bebas setelah mendapatkan pemotongan masa tahanan ini.

Para napi yang mendapatkan remisi tengah menjalani hukuman karena sejumlah perkara pidana. Sebanyak 2.143 orang di antaranya terlibat perkara kriminal umum. Sisanya merupakan napi yang terlibat perkara pidana khusus. “Mereka terdiri dari 366 orang yang mendapat remisi sesuai PP 28 Tahun 2006 dan 9 orang memperoleh remisi sesuai PP 99 Tahun 2012,” jelas Josua.

1 dari 1 halaman

Para napi yang mendapatkan remisi dinilai telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Salah satu syarat telah dipenuhi adalah berkelakuan baik selama 6 bulan.

Seluruh surat remisi akan diserahkan kepada warga binaan di masing-masing Lapas dan Rutan pada Rabu (25/12). "Penyerahannya akan dilakukan masing-masing Kepala UPT," jelas Josua. (mdk/ray)

Baca juga:
1.119 Narapidana di Papua Diusulkan Terima Remisi Natal
Pemerintah Siapkan Aturan Baru Pemberian Remisi untuk Koruptor
DPR Sebut Revisi UU Pemasyarakatan Karena KPK Sulit Beri Bebas Bersyarat ke Koruptor
Revisi UU Pemasyarakatan, KPK Tak Lagi Punya Hak Rekomendasi Remisi Napi Koruptor
DPR Sebut Alasan Pemberian Remisi untuk Koruptor Dipermudah Karena Hak Narapidana

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami