275 Narapidana dan Petugas Lapas Narkotika di Yogyakarta Positif Covid-19

275 Narapidana dan Petugas Lapas Narkotika di Yogyakarta Positif Covid-19
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock
PERISTIWA | 14 Juni 2021 15:28 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - 275 warga binaan dan petugas di Lapas Narkotika kelas II A Yogyakarta positif Covid-19. Para warga binaan ini diduga tertular dari salah satu petugas Lapas Narkotika. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo membenarkan tertularnya ratusan warga binaan dan petugas di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta ini.

"275 orang itu 13 orang petugas di Lapas. Sisanya warga binaan," kata Joko kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (14/6).

Joko menjabarkan bahwa pihaknya terus melakukan tracing. Joko menyebut masih ada 2 blok di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta yang belum dilakukan tracing.

Selain tracing, Joko menerangkan pihaknya pun melakukan sterilisasi di Lapas Narkotika Kelas II A. Sterilisasi dilakukan dengan memakai cairan disinfektan.

"Tracing kita lakukan. Masih dua blok yang belum di-swab. Penyemprotan disinfektan dilakukan setiap hari," ungkap Joko.

Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM DIY, Gusti Ayu Putu Suwardani menerangkan jika penularan Covid-19 di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta berawal dari salah seorang petugas. Sebelum dinyatakan positif petugas ini sempat pulang kampung.

Gusti menjabarkan bahwa petugas ini diketahui sempat masuk. Setelah dilakukan pencarian diketahui ada tiga petugas dan tiga warga binaan yang positif Covid-19.

Gusti menerangkan kemudian dilakukan tracing di warga binaan. Ternyata banyak warga binaan yang diketahui hasil swab-nya positif.

"Mayoritas positif tanpa gejala. Kita putuskan semua harus swab. Kita khawatir karena tidak bergejala," ujar Gusti.

Gusti menerangkan ada lima blok warga binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta. Dari lima blok ini, tiga blok yaitu B, D dan E mayoritas positif Covid-19. Dua blok masih akan menjalani swab.

Untuk langkah antisipasi, Gusti menerangkan pihaknya memisahkan warga binaan yang positif dengan yang negatif. Warga binaan yang hasilnya negatif ditempatkan di blok yang berbeda. Sementara yang positif ditempatkan di blok B, D dan E.

"Yang negatif yang kita alihkan. Yang positif diisolasi disitu. Karena banyakan yajg positif, kalau kita ungsikan tidak ada tempat lagi," pungkas Gusti. (mdk/cob)

Baca juga:
Bersama Airlangga, Anies Baswedan akan Bahas Perpanjangan PPKM Jakarta
Kasus Aktif Melonjak, 95 Warga Bogor Tertular Covid-19 dalam Sehari
VIDEO: Data dan Fakta Fase Krisis Kasus Kenaikan Covid 19 di Jakarta
Sandiaga: 83 Persen Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Belum Divaksinasi
Kemenkes: 11.615.862 Orang Sudah Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua
Bertahan Saat Pandemi, UMKM Didorong Tonjolkan Aspek Kebersihan Produk
25 dari 175 Pedagang Pasar Kelapa Dua Tangerang Positif Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami