28 Persen Anak di Tangerang Dalam Jeratan Stunting

PERISTIWA | 14 Februari 2020 16:47 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Data Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) Kabupaten Tangerang, menyebutkan 28 persen anak di Tangerang menderita stunting (kurang gizi). Berbagai upaya tengah dilakukan agar seluruh anak di Tangerang memperoleh gizi cukup.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiriana menerangkan, penuntasan masalah stunting merupakan program nasional. Saat ini, Pemkab Tangerang melalui Dinas kesehatan, juga terus berusaha menjalankan sejumlah program untuk mengatasi masalah tersebut.

"Penanganan ini menjadi tanggung jawab kita semua. Ada dua intervensi stunting yang sedang kami lakukan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiriana Jumat (14/2).

Lebih jauh, dia menjelaskan, anak kurang gizi atau stunting yang terdapat di wilayah Kabupaten Tangerang, disebabkan berbagai faktor. Antara lain, karena rendahnya asupan gizi pada sang anak dan kebersihan lingkungan.

"Berbagai faktor penyebab, pertama masalah asupan gizi, tidak terjaganya kebersihan lingkungan tempat tinggal anak serta buruknya fasilitas sanitasi dan akses air bersih," ucapnya.

Dia menyebutkan, dari 28 persen anak penderita kurang gizi di Kabupaten Tangerang, umumnya terjadi pada anak usia di bawah dua tahun dan bayi di bawah lima tahun.

"Baduta (bayi dua tahun) dan balita (bayi lima tahun)," tandas dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Ma'ruf Amin Minta BKKBN Bantu Turunkan Angka Stunting
Pemerintah Satukan Data Atasi Stunting dan Kemiskinan di Indonesia
Ma'ruf Amin: Harus Kerja Keras untuk Turunkan Stunting Jadi 14 Persen
Pemerintah Buat Terobosan Baru Tangani Stunting
Jelaskan Masalah Stunting, Bos Bappenas Undang Tawa Anggota DPR

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.